Ambroncius Nababan Tersangka Rasisme, Ini Harapan Akademisi Uncen Papua

Selasa, 26 Januari 2021 - 20:37 WIB
"Kawan Natalis yang saya hormati, tidak semua orang di dunia yang Tuhan izinkan menerima perlakuan rasialis kepada dirinya. Itu hanya kepada mereka yang sudah dibekali bakat dan karakter kepemimpinan oleh Tuhan, yang dijinkan untuk dibentuk dan diproses oleh orang lain melalui jalan menyakitkan hati ini," kata Marinus, Selasa (26/1/2021) malam.

Dia mengisahkan salah satu tokoh dunia yang menjadi inspirasi banyak kalangan, dan berharap diambil hikmah oleh Natalius Pigai, yakni Abraham Lincoln (1809-1865). Abraham Lincoln merupakan pengacara muda kala itu. "Kisah Abraham Lincoln bisa dijadikan inspirasi kawanku Natalius," ujarnya.

Dia menceritakan, saat masih pengacara muda, Abraham (Abe) sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya. Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan Seekor Monyet kaku!," ujar Marinus.

Lincoln lalu berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang. Kemudian ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Namun pengacara yang telah menghina Lincoln dengan begitu kejamnya, ternyata bisa membela kliennya dengan brillian.

Penanganannya atas kasus itu membuat Lincoln terpesona. Katanya dalam hati, “Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi,” lanjutnya.

Waktu berlalu, Lincoln kemudian menjadi presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Di antara kritikus utamanya, terdapat Edwin M Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya di posisi penting sebagai sekretaris perang. Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas, yang amat dibutuhkan negaranya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!