Sebulan 3 Kasus Pembunuhan Sadis di Denpasar Bali, Kriminolog: Ini Peringatan

Minggu, 24 Januari 2021 - 10:58 WIB
Yang lebih mengejutkan, pelakunya adalah Putu AHP, bocah berusia 14 tahun yang juga tetangga korban. Putu yang tinggal ngekos bersama orangtuanya di belakang rumah korban nekat membunuh karena kepergok saat akan mencuri.

Kriminolog Universitas Udayana Gde Made Suardana menyebut, 3 kasus pembunuhan beruntun yang terjadi dalam rentang waktu belum genap satu bulan itu memprihatinkan. Selain sadis, korbannya adalah perempuan yang sama-sama berusia muda.

Rentetan pembunuhan itu sekaligus menjadi peringatan baik bagi kepolisian dan warga. "Polisi harus meningkatkan pengamanan dan warga harus lebih care dengan yang ada di sekitarnya," kata Suardana.

Menurutnya, kasus itu tidak terlepas dari situasi saat ini, dimana pandemi membuat orang semakin nekat melakukan kejahatan. "Situasi susah sekarang, orang sulit mencari nafkah, tapi tetap ingin mendapatkan sesuatu," jelas Suardana.

Dalam situasi sekarang, lanjutnya, orang akan makin berani melakukan kejahatan, meski tempat yang menjadi sasaran sudah dilengkapi dengan penjaga keamanan dan kamera pengawas CCTV.

Masyarakat juga tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian dalam soal kemanan. "Polisi sudah melakukan dengan patroli, tapi tidak mungkin bisa menjangkau semuanya," imbuh dia.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Suardana yakin polisi bisa menangkap pelaku dan mengungkap motifnya. "Bali ini kecil, saya percaya polisi bisa segera mengungkapnya," ujarnya.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengatakan, pencurian disertai kekerasan (curas) merupakan salah satu kasus menonjol selama pandemi.

Namun untuk kasus pembunuhan sejatinya menunjukkan penurunan di sepanjang tahun 2020. "Tahun 2020 ada 529 kasus. Turun 33,4 persen dibandingkan tahun 2019 sebanyak 795 kasus," kata Putu Jayan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!