Buaya Ganas di Sungai Taikako Terjerat Jebakan, Dagingya Jadi Santapan Warga
Jum'at, 22 Januari 2021 - 16:32 WIB
"Sebelum terkena jerat buaya telah memakan satu ekor babi milik saya dengan berat babi sekitar 50 kilogram, melihat hal itu saya menjadi kesal dan langsung memasang jerat yang dipasang di Sungai Taikako dekat dengan jembatan besi," katanya, Jumat (22/1/2021).
Jerat tersebut sudah dipasang sejak Senin (18/1/) memakai umpan satu ekor anjing. "Pada hari Jumat sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 kilogram dengan panjang sekitar 8 meter terkena jeratan," terangnya.
Selanjutnya Bareman kembali lagi ke rumah dan memberitahukan kepada tetangga bahwa buaya terkena jeratnya. Dia menyiapkan 2 unit tombak untuk menombak buaya tersebut supaya buaya tersebut mati. "Saya dibantu beberapa orang kembali ke lokasi di mana tempat buaya tersebut terjerat," kata Beresman.
Setelah buaya tersebut dibawa ke dekat rumah Baresman, untuk menarik buaya tersebut dari atas sampan sampai ke darat membutuhkan tenaga 10 orang laki-laki dewasa. Sesampai di darat buaya tersebut langsung dikuliti. "Dagingnya dibagi-bagi kepada 70 orang, berapa berat daging buaya untuk satu orang tidak bisa diperkirakan sebab tidak ditimbang," katanya.
Lanjut Baresman, sekarang ini masih ada satu ekor buaya lagi yang lebih besar di sungai Taikako sebab sering kelihatan oleh warga yang menggunakan Sungai Taikako kalau ingin pergi memancing atau pergi menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap.
Jerat tersebut sudah dipasang sejak Senin (18/1/) memakai umpan satu ekor anjing. "Pada hari Jumat sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 kilogram dengan panjang sekitar 8 meter terkena jeratan," terangnya.
Selanjutnya Bareman kembali lagi ke rumah dan memberitahukan kepada tetangga bahwa buaya terkena jeratnya. Dia menyiapkan 2 unit tombak untuk menombak buaya tersebut supaya buaya tersebut mati. "Saya dibantu beberapa orang kembali ke lokasi di mana tempat buaya tersebut terjerat," kata Beresman.
Setelah buaya tersebut dibawa ke dekat rumah Baresman, untuk menarik buaya tersebut dari atas sampan sampai ke darat membutuhkan tenaga 10 orang laki-laki dewasa. Sesampai di darat buaya tersebut langsung dikuliti. "Dagingnya dibagi-bagi kepada 70 orang, berapa berat daging buaya untuk satu orang tidak bisa diperkirakan sebab tidak ditimbang," katanya.
Lanjut Baresman, sekarang ini masih ada satu ekor buaya lagi yang lebih besar di sungai Taikako sebab sering kelihatan oleh warga yang menggunakan Sungai Taikako kalau ingin pergi memancing atau pergi menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap.
Lihat Juga :