Mulai Bermunculan Kampanye Anti Vaksin, Bagaimana Cara Meredamnya?
Minggu, 17 Januari 2021 - 13:09 WIB
“Pertama, kita perlu berpijak pada satu persepsi terlebih dahulu. Apakah semua masyarakat sepakat bahwa pandemi COVID-19 ini harus segera diakhiri atau tidak, itu dulu,” jelasnya.
Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair ini menambahkan, ketika masyarakat sepakat untuk segera mengakhiri pandemi, maka terdapat beberapa alternatif yang secara ilmiah dapat dilakukan. Apabila masyarakat melakukan 3M secara kompak dan masif, maka hal tersebut sudah cukup untuk menghentikan pandemi.
“Masalahnya masih banyak masyarakat yang tidak mau melakukan 3M. Semua ini tentu menjadi ancaman bagi orang lain untuk tertular COVID-19, sehingga perlu adanya upaya untuk mendukung 3M dengan memberikan kekebalan,” jelasnya.
Baca juga: Gempa Majene, Kapal RS Terapung Ksatria Airlangga Beserta 18 Dokter Diberangkatkan
Upaya memberikan kekebalan, juga diperlukan upaya secara kompak. Karena pada dasarnya terdapat perhitungan secara matematika terkait berapa orang yang harus dikebalkan agar suatu komunitas dapat terlindungi atau yang biasa dikenal dengan istilah herd immunity.
Adanya gerakan anti vaksin, katanya, dapat mengurangi jumlah orang yang berhasil dikebalkan sehingga berdampak pada kegagalan upaya pengebalan masyarakat. “Sebenarnya boleh seseorang itu menolak melakukan vaksin, selama jumlahnya kurang dari jumlah maksimal orang yang tidak tervaksin,” tambahnya.
Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair ini menambahkan, ketika masyarakat sepakat untuk segera mengakhiri pandemi, maka terdapat beberapa alternatif yang secara ilmiah dapat dilakukan. Apabila masyarakat melakukan 3M secara kompak dan masif, maka hal tersebut sudah cukup untuk menghentikan pandemi.
“Masalahnya masih banyak masyarakat yang tidak mau melakukan 3M. Semua ini tentu menjadi ancaman bagi orang lain untuk tertular COVID-19, sehingga perlu adanya upaya untuk mendukung 3M dengan memberikan kekebalan,” jelasnya.
Baca juga: Gempa Majene, Kapal RS Terapung Ksatria Airlangga Beserta 18 Dokter Diberangkatkan
Upaya memberikan kekebalan, juga diperlukan upaya secara kompak. Karena pada dasarnya terdapat perhitungan secara matematika terkait berapa orang yang harus dikebalkan agar suatu komunitas dapat terlindungi atau yang biasa dikenal dengan istilah herd immunity.
Adanya gerakan anti vaksin, katanya, dapat mengurangi jumlah orang yang berhasil dikebalkan sehingga berdampak pada kegagalan upaya pengebalan masyarakat. “Sebenarnya boleh seseorang itu menolak melakukan vaksin, selama jumlahnya kurang dari jumlah maksimal orang yang tidak tervaksin,” tambahnya.
Lihat Juga :