Soal Penolakan Jenazah Corona, Masyarakat Butuh Edukasi yang Benar

Minggu, 12 April 2020 - 22:16 WIB
“Slogan-slogan berbasis lokal perlu diwujudkan sehingga modal sosial tetep kuat. Nilai-nilai kearifan lokal komunitas inilah yang saya kira harus terus dipupuk. Saat ini bnyak kearifan2 lokal justru terpingirkan karena arus modernisasi,” terangnya.

Hempri menambahkan saat ini perlu juga dilakukan kampanye-kampanye bisa berupa spanduk, media sosial untuk menggugah solidarotas sosial tersebut.

Misal saat gempa bumi melanda Yogya pada 2006 silam kmpanye-kampanye membangun solidaritas dan membangkitkan semangat itu bermunculan. “Contohnya ‘senajan hancur,mental kudu teteg; musibah jogja adalah musibah kita semua’ dan sebagainya banyak bermunculan,” pungkasnya.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono menghimbau masyarakat jangan melakukan diskriminasi terhad korban Covid-19, misalnya menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 di pemakaman umum.

Menurutnya jenazah korban Covid-19 sudah ditangani denga standar yang aman dari kemungkinan penularan dan dimakamkan oleh petugas khusus yang sudah dilatih. Jika ada para takziah harus menjaga jarak aman dan jangan lupa mengenakan masker dan alat pelindung diri secukupnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!