Viral Kerumunan Pengunjung, Ini Penjelasan Manajemen Waterboom Lippo Cikarang
Senin, 11 Januari 2021 - 16:01 WIB
"Ternyata pengunjung cukup banyak meresponsnya, tetapi total tetap hanya dibatasi 2.000-an orang dari kapasitas 7.000 (100%)," ungkapnya. Apalagi, keramaian sempat terjadi pada jam 07.00 hingga 08.00 WIB, saat penjualan tiket. Tetapi sesudah itu para pengunjung masuk secara teratur.
"Kami juga sudah mengklarifikasi kepada pihak petugas Polsek Cikarang Selatan, dan disimpulkan bahwa jumlah pengunjung masih di bawah 50 persen kuota yang diijinkan," jelasnya. Sehingga, petugas mendapatkan penjelasan dari manajemen Waterboom tentang batas kuota 50%, kemudian dapat memahaminya.
Dewi menjelaskan, berdasarkan perhitungan pihaknya, jumlah yang masuk kawasan sebanyak 2.358 orang, atau masih jauh di bawah kuota 50 oprsen. Selanjutnya, mulai Senin (11/1) ini, pihak pengelola Waterboom mengambil keputusan untuk menutup operasi sementara.
Baca juga BLT Emak-emak Disalurkan Empat Tahap, Bulan Ini Sudah Cair Nih
"Inikan sesuai dengan kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Bodebek dan di sejumlah kota kabupaten se Jawa-Bali, 11 hingga 25 Januari 2021, sehingga kami melakukan shut down operation-nya (penutupan operasi)-nya hingga kondisi sudah normal, atau pada keadaan sudah memungkinkan," tegasnya.
"Kami juga sudah mengklarifikasi kepada pihak petugas Polsek Cikarang Selatan, dan disimpulkan bahwa jumlah pengunjung masih di bawah 50 persen kuota yang diijinkan," jelasnya. Sehingga, petugas mendapatkan penjelasan dari manajemen Waterboom tentang batas kuota 50%, kemudian dapat memahaminya.
Dewi menjelaskan, berdasarkan perhitungan pihaknya, jumlah yang masuk kawasan sebanyak 2.358 orang, atau masih jauh di bawah kuota 50 oprsen. Selanjutnya, mulai Senin (11/1) ini, pihak pengelola Waterboom mengambil keputusan untuk menutup operasi sementara.
Baca juga BLT Emak-emak Disalurkan Empat Tahap, Bulan Ini Sudah Cair Nih
"Inikan sesuai dengan kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Bodebek dan di sejumlah kota kabupaten se Jawa-Bali, 11 hingga 25 Januari 2021, sehingga kami melakukan shut down operation-nya (penutupan operasi)-nya hingga kondisi sudah normal, atau pada keadaan sudah memungkinkan," tegasnya.
(hab)
Lihat Juga :