Datangi DLH, Puluhan Outsourcing Ungkap Permainan Pemkot Blitar
Senin, 11 Januari 2021 - 12:23 WIB
"Kenapa berbeda?, tanpa pemberitahuan dan penjelasan apapun," keluh Ani yang sudah lima tahun menjadi tenaga outsourcing bidang pemadam kebakaran di Pemkot Blitar. Di Kantor DLH, para eks tenaga outsourcing ini juga menyoal proses rekrutmen tenaga outsourcing baru (tahun 2021) yang dinilai banyak kejanggalan.
(Baca juga: Pembakaran Ponpes Al-Furqon Lamongan, Ketua MUI Jatim: Saya Klarifikasi Dulu )
Mereka menyoroti penambahan tenaga outsourcing dari 290 orang menjadi 310 orang. Penambahan yang dengan lebih dulu memutus sepihak kontrak kerja 161 tenaga lama. Aris Wicaksono, eks tenaga outsourcing lain mengungkapkan adanya dugaan tenaga baru (outsourcing) tahun 2021 fiktif.
Diduga ada 18 nama yang ketika dicek di alamat yang bersangkutan ternyata tidak ada. Mereka diduga warga Kabupaten Blitar yang saat daftar menggunakan alamat warga Kota Blitar. Nama nama diduga fiktif tersebut diumumkan melalui web PT selaku pihak ketiga yang digandeng Pemkot Blitar.
"Ini namanya dugaan manipulasi. Buktinya ada dan lengkap," kata Aris. Spekulasi yang berkembang, pemutusan sepihak 161 tenaga outsourcing tersebut imbas pilkada 2020. Mereka dianggap sebagai loyalis Henry Prapdipta Anwar, putra Muh Samanhudi Anwar yang di pilkada 2020 lalu maju sebagai cawali melawan cawali petahana Santoso.
Pasangan Henry-Yasin Hermanto kalah dan akibatnya ratusan tenaga outsourcing kehilangan pekerjaan. Mereka mengakui di pilkada 2020, banyak yang mendukung Henry Pradipta Anwar. Mereka merasa pernah dibantu Muh Samanhudi Anwar, dan pada pilkada 2020 hanya ingin membalas budi.
(Baca juga: Pembakaran Ponpes Al-Furqon Lamongan, Ketua MUI Jatim: Saya Klarifikasi Dulu )
Mereka menyoroti penambahan tenaga outsourcing dari 290 orang menjadi 310 orang. Penambahan yang dengan lebih dulu memutus sepihak kontrak kerja 161 tenaga lama. Aris Wicaksono, eks tenaga outsourcing lain mengungkapkan adanya dugaan tenaga baru (outsourcing) tahun 2021 fiktif.
Diduga ada 18 nama yang ketika dicek di alamat yang bersangkutan ternyata tidak ada. Mereka diduga warga Kabupaten Blitar yang saat daftar menggunakan alamat warga Kota Blitar. Nama nama diduga fiktif tersebut diumumkan melalui web PT selaku pihak ketiga yang digandeng Pemkot Blitar.
"Ini namanya dugaan manipulasi. Buktinya ada dan lengkap," kata Aris. Spekulasi yang berkembang, pemutusan sepihak 161 tenaga outsourcing tersebut imbas pilkada 2020. Mereka dianggap sebagai loyalis Henry Prapdipta Anwar, putra Muh Samanhudi Anwar yang di pilkada 2020 lalu maju sebagai cawali melawan cawali petahana Santoso.
Pasangan Henry-Yasin Hermanto kalah dan akibatnya ratusan tenaga outsourcing kehilangan pekerjaan. Mereka mengakui di pilkada 2020, banyak yang mendukung Henry Pradipta Anwar. Mereka merasa pernah dibantu Muh Samanhudi Anwar, dan pada pilkada 2020 hanya ingin membalas budi.
Lihat Juga :