Agar Subsidi BBM Tepat Sasaran, Pertamina Lakukan Pendataan Pengguna Premium
Jum'at, 08 Januari 2021 - 16:30 WIB
Guna menerapkan subsidi BBM tepat sasaran, pemerintah lewat BPH Migas melakukan pendataan terhadap konsumen SPBU yang menggunakan BBM premium dan solar. Foto Subhan Sabu
MANADO - Guna menerapkan subsidi BBM tepat sasaran, pemerintah melalui BPH Migas memberikan penugasan kepada Pertamina dan lembaga penyalur BBM bersubsidi lainnya yang menyalurkan BBM dengan nilai oktan 88 (Premium) dan nilai cetane 48 (Solar) untuk melakukan pendataan kepada konsumen SPBU.
Perintah tersebut tertuang dalam Surat Kepala BPH Migas No. 1685/Ka/BPH/2020 tanggal 28 Juli 2020 perihal Instruksi Pencatatan Nomor Polisi untuk Transaksi Pembelian JBT dan JBKP oleh Setiap Pengelola SPBU Pertamina. Pendataan dilaksanakan secara bertahap di masing-masing wilayah. (Baca juga: BPH Migas Setujui Ponpes di Sumsel Miliki 6 Mini SPBU)
Di wilayah Sulawesi, pendataan telah dilakukan di SPBU yang menyediakan BBM Jenis Premium dan Solar sebelum konsumen melakukan transaksi, dengan menggunakan mesin EDC My Pertamina.
Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, dalam era digitalisasi ini semua data akan diproses secara digital. Pendataan dilakukan untuk mapping pengguna bahan bakar khususnya bahan bakar subsidi.
Perintah tersebut tertuang dalam Surat Kepala BPH Migas No. 1685/Ka/BPH/2020 tanggal 28 Juli 2020 perihal Instruksi Pencatatan Nomor Polisi untuk Transaksi Pembelian JBT dan JBKP oleh Setiap Pengelola SPBU Pertamina. Pendataan dilaksanakan secara bertahap di masing-masing wilayah. (Baca juga: BPH Migas Setujui Ponpes di Sumsel Miliki 6 Mini SPBU)
Di wilayah Sulawesi, pendataan telah dilakukan di SPBU yang menyediakan BBM Jenis Premium dan Solar sebelum konsumen melakukan transaksi, dengan menggunakan mesin EDC My Pertamina.
Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, dalam era digitalisasi ini semua data akan diproses secara digital. Pendataan dilakukan untuk mapping pengguna bahan bakar khususnya bahan bakar subsidi.
Lihat Juga :