Dihantam Badai Pandemi, Ekonomi Jateng Merosot 5,2% Jadi 2,6%
Kamis, 14 Mei 2020 - 20:31 WIB
Dia pun mengakui masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan hinga terjadi gejolak di masyarakat. Selain terus dilakukan perbaikan data, masyarakat juga diminta tak mudah berkeluh kesah namun menciptakan kreasi di tengah pandemi.
“Tim Jogo Tonggo ini terdiri dari relawan-relawan, kita minta yang ekonomi untuk mencatat siapa kena PHK, yang dirumahkan enggak bisa dagang. Terus kemudian kamu mau ngapain? Sementara kamu mau ngapain, kita ngasih bantuan-bantuan,” jelas dia.(Baca juga : Dijamin Tepat Sasaran, Penyaluran Bansos di Jateng Pakai Aplikasi Android )
“Kita bantu dulu, yang penting bisa makan dulu, maka lumbung pangan perlu dibangun. Pada tingkat ini berapa bulan? 3 bulan, 6 bulan, setahun? Menurut saya 3 bulan aja (cukup). Dengan 3 bulan makan dan dapur yang sudah dijamin, maka mari kita rethinking, kita mikir lagi,” cetusnya.
“Tim Jogo Tonggo ini terdiri dari relawan-relawan, kita minta yang ekonomi untuk mencatat siapa kena PHK, yang dirumahkan enggak bisa dagang. Terus kemudian kamu mau ngapain? Sementara kamu mau ngapain, kita ngasih bantuan-bantuan,” jelas dia.(Baca juga : Dijamin Tepat Sasaran, Penyaluran Bansos di Jateng Pakai Aplikasi Android )
“Kita bantu dulu, yang penting bisa makan dulu, maka lumbung pangan perlu dibangun. Pada tingkat ini berapa bulan? 3 bulan, 6 bulan, setahun? Menurut saya 3 bulan aja (cukup). Dengan 3 bulan makan dan dapur yang sudah dijamin, maka mari kita rethinking, kita mikir lagi,” cetusnya.
(nun)
Lihat Juga :