Pasar Bong dan Riwayat Kuatnya Persaudaraan Lintas Zaman

Senin, 04 Januari 2021 - 05:00 WIB
Dalam buku itu juga dijelaskan dulunya Pasar Bong adalah tempat jual-beli burung, anjing, kelinci, kambing dan ayam hias. Gang ini dikenal sebagai pasar burung dan ayam. Selain itu dulu di sepanjang jalan ini terdapat banyak penjual obat tradisional China.

Deretan makam-makam China dengan bangunan khas seperti tembok tinggi-tinggi dari batuan yang lazim disebut dengan bong. Tapi kemudian makam tua yang ada di Pasar Bong telah berubah menjadi toko dan rumah warga.

Tak heran, sepanjang kawasan Slompretan dulu merupakan gudang-gudang yang menjadi jujukan perdagangan. Aktivitas bongkar-muat terjadi setiap saat, apalagi lokasinya tak jauh dengan Dermaga Pabean yang dulunya tempat menurunkan barang.

Pada lipatan perjalanan waktu, sekitar 1970 secara perlahan kawasan bong ini tergusur satu persatu. Sejak saat itu tumbuh pemukiman dan menjelma menjadi lapak-lapak pedagang. Kehadiran pasar semakin ramai dan bong sudah lenyap sama sekali. Karena itu, pasar ini kemudian disebut dengan Pasar Bong .

Pasar Bong memiliki karakter yang istimewa. Lokasinya menempati gang sempit berbentuk lorong, membuat suasana di dalam tidak terasa panas. Meski tidak berjajar rapi, namun penelusuran dari lapak ke lapak yang lain sangat mudah dilakukan.

(Baca juga: Bandar Laut Besar Itu Bernama Pasuruan )

Dari arah parkiran, gang Pasar Bong berlekuk-lekuk mengikuti alur gang yang tak semuanya lurus. Para pedagang menyambut dengan stok yang begitu melimpah. Masing-masing lengkungan gang ada lapak yang berjajar-jajar.

Pasar Bong juga menyimpan sebuah toleransi antar suku dan antar umat beragama yang sebenarnya sangat dijunjung tinggi masyarakat Indonesia. Lihat saja, gang di dalam Pasar Bong terbagi menjadi tiga jalur. Awal mulanya, pembagian jalan itu berdasar suku pedagang, sisi kiri untuk pedagang keturunan Arab, tengah untuk pedagang keturunan Jawa-Madura, dan sisi kanan untuk pedagang keturunan Tionghoa. Meski demikian, semua pedagang saling menghormati dan terus menciptakan kerukunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!