Jabar Tegaskan 2021 Perang Lawan COVID-19 Belum Berakhir
Jum'at, 01 Januari 2021 - 15:46 WIB
Swasembada Alat Medis
Lebih lanjut Faiz mengatakan, perguruan tinggi di Jabar juga konsisten memproduksi secara mandiri semua peralatan medis untuk melawan COVID-19. Dengan swasembada alat seperti PCR, rapid test, ventilator hingga alat pelindung diri (APD), Jabar bisa lebih maksimal dalam penanganan COVID-19.
Faiz mencontohkan, Universitas Padjadjaran (Unpad) terus mengembangkan Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0 (sebutan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil). Hasil inovasi lain dari Unpad adalah VitPAD-iceless Transport System, sebuah Viral Transport Medium (VTM) yang memiliki ketahanan dan keamanan untuk penyimpanan dan transportasi sampel virus di suhu ruang.
Selain itu, Unpad dan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Rumah Amal Salman berinovasi membuat ventilator portabel Vent-I yang mudah dioperasikan dan terjangkau guna membantu penyembuhan pasien COVID-19.
PT Bio Farma (Persero) pun berinovasi dengan menghadirkan Laboratorium Moblie Bio Safety Level 3 (BSL3). BSL3 bergerak pertama di Indonesia itu mampu mengetes 400 spesimen per hari. Selain itu, mobil lab ini menjadi bio safety level 3 pertama di Indonesia.
"Kehadiran inovasi-inovasi sepanjang 2020, tidak akan membuat Pemda Provinsi Jabar berhenti berinovasi. Perang melawan COVID-19 belum berakhir. Dan di tahun 2021, Pemda Provinsi Jabar tentu akan melahirkan inovasi-inovasi lainnya agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir," tandasnya.
Lebih lanjut Faiz mengatakan, perguruan tinggi di Jabar juga konsisten memproduksi secara mandiri semua peralatan medis untuk melawan COVID-19. Dengan swasembada alat seperti PCR, rapid test, ventilator hingga alat pelindung diri (APD), Jabar bisa lebih maksimal dalam penanganan COVID-19.
Faiz mencontohkan, Universitas Padjadjaran (Unpad) terus mengembangkan Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0 (sebutan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil). Hasil inovasi lain dari Unpad adalah VitPAD-iceless Transport System, sebuah Viral Transport Medium (VTM) yang memiliki ketahanan dan keamanan untuk penyimpanan dan transportasi sampel virus di suhu ruang.
Selain itu, Unpad dan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Rumah Amal Salman berinovasi membuat ventilator portabel Vent-I yang mudah dioperasikan dan terjangkau guna membantu penyembuhan pasien COVID-19.
PT Bio Farma (Persero) pun berinovasi dengan menghadirkan Laboratorium Moblie Bio Safety Level 3 (BSL3). BSL3 bergerak pertama di Indonesia itu mampu mengetes 400 spesimen per hari. Selain itu, mobil lab ini menjadi bio safety level 3 pertama di Indonesia.
"Kehadiran inovasi-inovasi sepanjang 2020, tidak akan membuat Pemda Provinsi Jabar berhenti berinovasi. Perang melawan COVID-19 belum berakhir. Dan di tahun 2021, Pemda Provinsi Jabar tentu akan melahirkan inovasi-inovasi lainnya agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :