Malam Pergantian Tahun, Ini Kisah Penggali Kubur Jenazah COVID-19 yang Tetap Standby
Jum'at, 01 Januari 2021 - 06:30 WIB
"Bangga sekali rasanya. Tak menyangka akan dikunjungi bapak Gubernur. Apalagi ini bawa oleh-oleh dan kami dikasih 'vitamin' berupa uang ini. Senang sekali rasanya, ya meskipun saya tidak bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga, tapi saya ikhlas karena tanggungjawab ini," kata Tarno.
Tarno yang sejak 2 April bertugas menggali makam bagi jenazah COVID-19 menceritakan pada Ganjar suka dukanya. Mulai harus memakamkan jenazah larut malam, hingga cerita-cerita mistis yang dialaminya.
"Sudah ada 372 jenazah yang saya makamkan di sini. Jadi kepada masyarakat, saya sampaikan kalau virus COVID-19 ini benar-benar ada. Saya minta masyarakat membantu dengan memakai masker, jaga jarak dan tidak berkerumun serta rajin cuci tangan," katanya.
Tak hanya kepada Tarno, Ganjar yang mengendarai motor berkeliling ke sejumlah tempat untuk memberikan semangat pada tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di Hotel Kesambi dan BPSDM serta RSUD Tugurejo Semarang.
Ia juga menyempatkan menyambangi penjaga palang perlintasan KA di Kokrosono dan menyapa petugas Pos Nataru di kawasan Simpanglima, mengunjungi Polsek Gajahmungkur dan Koramil 10 Gajahmungkur Semarang.
Kedatangan Ganjar di malam tahun baru itu menjadi pelecut semangat tersendiri bagi pasien, nakes, TNI/Polri, penggali kubur dan penjaga palang kereta api itu. Mereka mengaku bangga, karena Ganjar begitu perhatian pada mereka.
"Senang sekali rasanya, ini bentuk perhatian pak Ganjar pada kami tenaga kesehatan. Beliau juga memberikan support pada kami dan tenaga kesehatan yang ada. Meski tidak bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga, tapi kami tetap bahagia. Kami harap virus segera selesai dan masyarakat kami minta membantu dengan mematuhi protokol kesehatan," kata Dr. Irma, tenaga kesehatan yang bertugas di tempat isolasi BPSDM Jateng.
Tarno yang sejak 2 April bertugas menggali makam bagi jenazah COVID-19 menceritakan pada Ganjar suka dukanya. Mulai harus memakamkan jenazah larut malam, hingga cerita-cerita mistis yang dialaminya.
"Sudah ada 372 jenazah yang saya makamkan di sini. Jadi kepada masyarakat, saya sampaikan kalau virus COVID-19 ini benar-benar ada. Saya minta masyarakat membantu dengan memakai masker, jaga jarak dan tidak berkerumun serta rajin cuci tangan," katanya.
Tak hanya kepada Tarno, Ganjar yang mengendarai motor berkeliling ke sejumlah tempat untuk memberikan semangat pada tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di Hotel Kesambi dan BPSDM serta RSUD Tugurejo Semarang.
Ia juga menyempatkan menyambangi penjaga palang perlintasan KA di Kokrosono dan menyapa petugas Pos Nataru di kawasan Simpanglima, mengunjungi Polsek Gajahmungkur dan Koramil 10 Gajahmungkur Semarang.
Kedatangan Ganjar di malam tahun baru itu menjadi pelecut semangat tersendiri bagi pasien, nakes, TNI/Polri, penggali kubur dan penjaga palang kereta api itu. Mereka mengaku bangga, karena Ganjar begitu perhatian pada mereka.
"Senang sekali rasanya, ini bentuk perhatian pak Ganjar pada kami tenaga kesehatan. Beliau juga memberikan support pada kami dan tenaga kesehatan yang ada. Meski tidak bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga, tapi kami tetap bahagia. Kami harap virus segera selesai dan masyarakat kami minta membantu dengan mematuhi protokol kesehatan," kata Dr. Irma, tenaga kesehatan yang bertugas di tempat isolasi BPSDM Jateng.
Lihat Juga :