Natal, 8 Napi Rutan Salatiga Terima Remisi
Jum'at, 25 Desember 2020 - 14:53 WIB
Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano saat memberikan surat remisi kepada salah seorang napi, Jumat (25/12/2020). Foto/Ist
SALATIGA - Sebanyak delapan orang narapidana (napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga memperoleh remisi khusus Natal 2020.
Surat remisi diberikan langsung oleh Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano kepada para napi di Selasar Rutan, Jumat (25/12/2020).
"Pemberian remisi khusus Natal merupakan salah satu reward kepada warga binaan. Tentu ini adalah hak yang ditunggu-tunggu oleh teman-teman warga binaan," kata Andri Lesmano.
Andri menjelaskan, saat ini Rutan Salatiga dihuni oleh 155 orang warga binaan. Sebanyak delapan orang diantaranya memenuhi persyaratan untuk mendapat remisi khusus hari raya Natal 2020.
Andri menjelaskan, besaran remisi khusus Natal yang diterima masing-masing napi tidak sama. Ada yang mendapat remisi 15 hari dan ada juga yang menerima remisi satu bulan. Ini didasarkan pada lama mereka menjalani pidana.
"Warga binaan yang mendapat remisi, perkaranya macam-macam. Ada yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, pencurian dan Perlindungan Perempuan dan Anak," paparnya.
Surat remisi diberikan langsung oleh Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano kepada para napi di Selasar Rutan, Jumat (25/12/2020).
"Pemberian remisi khusus Natal merupakan salah satu reward kepada warga binaan. Tentu ini adalah hak yang ditunggu-tunggu oleh teman-teman warga binaan," kata Andri Lesmano.
Andri menjelaskan, saat ini Rutan Salatiga dihuni oleh 155 orang warga binaan. Sebanyak delapan orang diantaranya memenuhi persyaratan untuk mendapat remisi khusus hari raya Natal 2020.
Andri menjelaskan, besaran remisi khusus Natal yang diterima masing-masing napi tidak sama. Ada yang mendapat remisi 15 hari dan ada juga yang menerima remisi satu bulan. Ini didasarkan pada lama mereka menjalani pidana.
"Warga binaan yang mendapat remisi, perkaranya macam-macam. Ada yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, pencurian dan Perlindungan Perempuan dan Anak," paparnya.
Lihat Juga :