Gubernur Nova: Jangan Tunggu Usia Tua Baru Berbuat
Senin, 21 Desember 2020 - 08:01 WIB
“Dalam sejarah Islam, kita mengenal kisah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Rasulullah menjadi komandan pasukan kaum muslimin dalam penaklukan Syam, pada usia 18 tahun, atau kisah Imam Syafi’i yang telah hafal Alquran di usia 9 tahun. Tentu kita tidak lupa pula dengan kisah heroik Muhammad Al Fatih, yang sudah menjadi sultan di usia 12 tahun dan mampu menakhlukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun,” kata Nova.
Gubernur menambahkan, tidak hanya dalam sejarah Islam, sejarah bangsa Indonesia juga tak luput dari peran pemuda. “Tidak bisa dipandang sebelah mata, Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan banyak tokih pemuda lain, dengan penuh semangat berjuang membela agama, bangsa dan negara. Mereka memiliki peranan penting dalam mengusung setiap agenda perubahan suatu bangsa. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah bangsa ini,” imbuh Gubernur.
Nova menegaskan, Pemerintah Aceh punya semangat untuk menciptakan pemuda-pemuda dengan SDM yang unggul. Bahkan dalam visi misi Aceh Hebat, yang menjadi prioritas dalam menjalankan Pemerintah Aceh Periode 2017-2022, salah satu program unggulan Aceh Hebat adalah Aceh Carong.
“Program Aceh Carong adalah bentuk dari usaha Pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional melalui peningkatan pendidikan berkualitas, disertai penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional, baik formal maupun non formal. Pemuda saat ini berjuang di era 4.0. Untuk itu memenangkan persaingan di masa mendatang, pemuda Aceh harus menguasai teknologi, tidak boleh gakptek dan lelet,” ujar Gubernur berpesan.
Oleh karena itu, lanjut Nova, program-program pemuda seperti Sapda yang diadakan oleh DPD KNPI Aceh hari ini, merupakan program yang sangat baik dan positif dalam mendukung Pemerintah Aceh untuk membangun karakter SDM yang unggul. Tidak semata dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, pemuda juga harus mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dengan semangat pengabdian dan keteladanan.
Gubernur menambahkan, tidak hanya dalam sejarah Islam, sejarah bangsa Indonesia juga tak luput dari peran pemuda. “Tidak bisa dipandang sebelah mata, Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan banyak tokih pemuda lain, dengan penuh semangat berjuang membela agama, bangsa dan negara. Mereka memiliki peranan penting dalam mengusung setiap agenda perubahan suatu bangsa. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah bangsa ini,” imbuh Gubernur.
Nova menegaskan, Pemerintah Aceh punya semangat untuk menciptakan pemuda-pemuda dengan SDM yang unggul. Bahkan dalam visi misi Aceh Hebat, yang menjadi prioritas dalam menjalankan Pemerintah Aceh Periode 2017-2022, salah satu program unggulan Aceh Hebat adalah Aceh Carong.
“Program Aceh Carong adalah bentuk dari usaha Pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional melalui peningkatan pendidikan berkualitas, disertai penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional, baik formal maupun non formal. Pemuda saat ini berjuang di era 4.0. Untuk itu memenangkan persaingan di masa mendatang, pemuda Aceh harus menguasai teknologi, tidak boleh gakptek dan lelet,” ujar Gubernur berpesan.
Oleh karena itu, lanjut Nova, program-program pemuda seperti Sapda yang diadakan oleh DPD KNPI Aceh hari ini, merupakan program yang sangat baik dan positif dalam mendukung Pemerintah Aceh untuk membangun karakter SDM yang unggul. Tidak semata dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, pemuda juga harus mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dengan semangat pengabdian dan keteladanan.
Lihat Juga :