Sah, Andrei Angouw Walikota Pertama di Indonesia Beragama Konghucu
Kamis, 17 Desember 2020 - 16:08 WIB
Berbekal kendaraan politik PDI Perjuangan, Dia terpilih sebagai anggota DPRD Sulut 3 periode berturut-turut, sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sulut sejak 16 Februari 2016. Kala itu, Andrei Angouw juga tercatat sebagai Ketua DPRD yang beragama Konghucu pertama di Indonesia.
Mengarungi Pilkada Manado bukan lah jalan mudah, politisi PDI Perjuangan ini kadang diterpa isu-isu Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (SARA). Namun dia mengaku sangat menyesalkan hal itu, tapi dia juga tahu dalam kontestasi pilkada, bukan hanya di Manado bahwa memang isu-isu itu paling gampang dimainkan.
“Tapi isu itu yang sangat berbahaya, isu yang sangat tidak mendidik, kita berharap isu itu nanti ke depan tidak ada lagi karena itu berpotensi memecah belah bangsa kita," tuturnyas. (Baca Juga: Pandemi Covid-19, Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado Tetap Lanjut)
Andrei mengaku tidak mau terpengaruh dan memilih untuk tidak mau mendengar isu-isu itu, tidak mencari beritanya, tidak mencari isunya, bahkan kalau ada yang menyampaikan dia memilih untuk mengabaikannya agar tidak memengaruhi konsentrasinya. (Baca Juga: Waduh, Bakal Banyak Penumpang Batal Terbang ke Bali, Ini Kebijakan Bandara Husein Bandung)
“Yang penting kita berniat membangun bangsa ini, kita bekerja untuk seluruh masyarakat tanpa melihat agama, etnis dari masyarakat tersebut. Jadi untuk saya itu hal yang not big deal,” tandas ayah empat orang anak ini.
Mengarungi Pilkada Manado bukan lah jalan mudah, politisi PDI Perjuangan ini kadang diterpa isu-isu Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (SARA). Namun dia mengaku sangat menyesalkan hal itu, tapi dia juga tahu dalam kontestasi pilkada, bukan hanya di Manado bahwa memang isu-isu itu paling gampang dimainkan.
“Tapi isu itu yang sangat berbahaya, isu yang sangat tidak mendidik, kita berharap isu itu nanti ke depan tidak ada lagi karena itu berpotensi memecah belah bangsa kita," tuturnyas. (Baca Juga: Pandemi Covid-19, Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado Tetap Lanjut)
Andrei mengaku tidak mau terpengaruh dan memilih untuk tidak mau mendengar isu-isu itu, tidak mencari beritanya, tidak mencari isunya, bahkan kalau ada yang menyampaikan dia memilih untuk mengabaikannya agar tidak memengaruhi konsentrasinya. (Baca Juga: Waduh, Bakal Banyak Penumpang Batal Terbang ke Bali, Ini Kebijakan Bandara Husein Bandung)
“Yang penting kita berniat membangun bangsa ini, kita bekerja untuk seluruh masyarakat tanpa melihat agama, etnis dari masyarakat tersebut. Jadi untuk saya itu hal yang not big deal,” tandas ayah empat orang anak ini.
(nic)
Lihat Juga :