Pandemi Covid-19, Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado Tetap Lanjut

Rabu, 16 Desember 2020 - 19:34 WIB
loading...
Pandemi Covid-19, Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado Tetap Lanjut
Sejumlah pekerja terus menggenjot proyek perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (16/12/2020). Foto: Okezone/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Proyek perluasan terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado yang dikelola PT Angkasa Pura I (AP I) masih terus berlangsung, meski di tengah pandemi COVID-19 . Tercatat hingga 13 Desember 2020, kemajuan (progress) perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado telah mencapai 78,8%.

Project Manager Adhi Karya Ugik Sugiarta selaku pelaksana proyek menjelaskan bahwa proyek yang tengah berjalan ini akan meningkatkan kapasitas bandara menjadi dua kali lipat. Terminal penumpang yang sebelumnya memiliki luas 26.481 meter persegi dengan kapasitas hanya 2,6 juta penumpang per tahun, akan diperluas menjadi 57.296 meter persegi dengan kapasitas 5,7 juta penumpang per tahun. (Baca Juga: Gubernur Sulut Dukung Penuh Upaya KPK Cegah Praktik Korupsi)

Penyelesaian proyek Bandara Sam Ratulangi ini rencananya akan selesai pada Maret 2021. Dia menyampaikan, adanya pandemi ini, tentunya berdampak pada penyelesaian proyek bandara yang akhirnya terpaksa harus dijadwalkan ulang, dan harus menyesuaikan serta beradaptasi dengan kondisi saat ini.

“Di samping tentunya kendala teknis seperti adanya keterlambatan untuk mendatangkan material, alat, dan uji material akibat adanya kebijakan pembatasan dari negara asal, karena sebagian besar alat dikirimkan langsung dari luar negeri,” ungkap Ugik, Rabu (16/12/2020). (Baca Juga: Gebrakan Ekspor ke Jepang Berhasil, Nelayan Minta Gubernur Olly Tambah Penerbangan)

Terkait adanya penjadwalan ulang tersebut, General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus E.T Gandeguai berharap, pekerjaan proyek perluasan Bandara Sam Ratulangi ini dapat terus berjalan lancar, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sehingga Bandara Sam Ratulangi Manado dapat segera menyambut para pengguna jasa dengan konsep baru yang lebih modern, namun tetap menonjolkan nuansa daerah dalam ornamen yang ada di bandara.

Adapun sentuhan daerah akan nampak di berbagai sudut bandara, seperti pada area check in yang memiliki ornamen berupa pohon kelapa dan berbagai sudut lainnya, yang menampilkan nuansa tradisional berupa batik Tarawesan Pareday dan Bentenan dariSulawesi Utara. (Baca Juga: Gubernur: Aturan Baru Berlibur ke Bali Berlaku 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021)

Dalam jangka panjang, potensi pertumbuhan industri pariwisata Sulawesi Utara optimistis akan tumbuh cukup tinggi. Oleh karena itu, sejak groundbreaking (peletakan batu pertama) pada 9 Maret 2020, pihaknya tetap berupaya terus mengerjakan proyek perluasan bandara ini dengan menerapkan beberapa penyesuaian.

“Kami berharap perluasan terminal ini dapat segera mendukung pariwisata daerah dan pengembangan pariwisata Likupang, sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas di Sulut,” tandasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1215 seconds (10.177#12.26)