Imbas Aturan Swab, Asita Sebut Banyak Wisatawan Batalkan Liburan ke Bali

Kamis, 17 Desember 2020 - 15:58 WIB
"Ini kan sangat menggangu bagi kami sektor pariwisata yang baru merangkak naik. Yang dirugikan banyak, tidak hanya industri travel agen, tetapi juga industri hotel, airline, dan lainnya," beber dia.

Menurut dia, kebijakan Pemprov Bali bahkan merembet ke daerah lain. Itu karena Bali menjadi destinasi wisata favorit masyarakat. Bahkan, beberapa daerah diperkirakan bakal menerapkan kebijakan serupa.

(Baca juga: Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Jabar Gagas Gerakan Silih Tulungan )

Menurut Budi, pemerintah dibayar oleh rakyat untuk mengurus negara. Banyak orang pintar dan kredibel yang bisa membantu mengambil keputusan. Semestinya, semua kebijakan jelas ditetapkan sejak awal terkait pandemi. Jangan tampak tutup buka seperti saat ini.

"Kami sangat terganggu dengan kebijakan pemerintah ini. Mungkin tujuan mereka baik untuk mencegah penularan covid. Tapi masalahnya, aturannya tidak konsisten dan berubah terus. Sebentar buka, sebentar tutup, sebentar enggak boleh. Ini yang menjadi bingung industri pariwisata," keluh Budi
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!