40.000 Jiwa Melayang Jadi Korban COVID-19 di Inggris

Rabu, 13 Mei 2020 - 08:01 WIB
Partai-partai oposisi menilai dia terlalu lambat menerapkan lockdown, lamban melakukan tes massal dan lambat dalam memberikan peralatan pelindung ke rumah sakit. Data menunjukkan gambaran suram di sejumlah panti jompo yang terpukul akibat virus itu.

“Panti jompo mengalami penurunan yang lambat, sayangnya. Untuk pertama kali yang saya ingat, ada lebih banyak kematian secara total di panti jompo dibandingkan di rumah sakit pada pekan itu,” ungkap pakar statistik Nick Stripe dari ONS.

Panti jompo saat ini mencakup sepertiga dari total kematian di Inggris dan Wales. Pada Maret, kepala penasihat ilmiah Inggris menyatakan korban meninggal di bawah 20.000 merupakan “hasil yang bagus”. Pada April, Reuters melaporkan skenario kasus terburuk pemerintah adalah korban meninggal mencapai 50.000 orang. (Baca Juga: Terinfeksi Covid-19, Jubir Vladimir Putin Dirawat di Rumah Sakit )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!