Empat Pemuda Ini Ingin Sambal Teri Masuk Pasar Ekspor Asia Tenggara

Jum'at, 11 Desember 2020 - 05:10 WIB
Ketua Tim Teri.id, Rhika, mengatakan sambal goreng ikan teri olahan timnya sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet. Produk lokal itu memiliki ketahanan hingga 2 bulan serta memiliki 3 tingkatan pilihan level kepedasan. "Jadi dapat disesuikan dengan selera pelanggan kami," katanya.

Dalam wakti dekat, lanjut Rhika, tim Teri.id akan mendirikan rumah produksi sendiri. Sesuai rencana, pada Januari 2021 mereka juga mengurus sertifikat halal serta bekerjasama dengan restoran dan minimarket.

"Harapannya kami bisa melakukan ekspor ke luar negeri minimal di Asia Tenggara," ujarnya. (Baca juga: Selama Pandemi, Surabaya Bertumpu pada Wisata Bahari )

Selain itu berkat prestasi yang diraih, Rhika dan timnya terpacu untuk mengembangkan Teri.id agar semakin dikenal. “Tak menutup kemungkinan ada varian menu baru atau bahkan varian rasa yang baru," kata Rhika.

Rhika mengaku, dalam proses perlombaan timnya menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama mengatur waktu. Selain berkuliah, tim ada yang bekerja, berjualan, ada yang organisasi dan ada juga yang proses magang. Apalagi mereka tidak berada dalam satu kota yang sama. Ditambah lagi bertepatan dengan UTS. "Jadi bener-bener harus bisa membagi waktu," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!