Gandeng BPOM, Pemkab Batang Bisa Lakukan Pengawasan Mandiri
Kamis, 10 Desember 2020 - 20:23 WIB
Bupati Batang Wihaji menandatangani MoU dengan Kepala BPOM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni tentang Pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan. (Istimewa)
BATANG - Bupati Batang Wihaji menandatangani MoU dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni tentang Pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di ruang Abirawa kantor bupati setempat, Rabu (10/12/2020). “BPOM tidak bisa bekerja sendirian, maka harus ada kerja sama dalam pengawasan obat dan makanan,” kata Wihaji.
Dijelaskan, masyarakat Batang banyak yang usaha di bidang makanan dan obat sehingga butuh edukasi agar produknya aman dikonsumsi oleh masyarakat sesuai regulasi. “Saya minta dinas terkait untuk support pelaku usaha agar produknya aman sesuai dengan regulasi. Hal ini untuk melindungi konsumen,” katanya.
Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha makanan dan minuman di Kabupaten Batang yang masih menggunakan bahan- bahan obat untuk campuran makanan atau obat berbahaya. “Ada mental – mental masyarakat yang masih melanggengkan warisan dengan menganggap bahan makanan tidak berbahaya tapi menurut ilmu kesehatan berbahaya untuk masa depan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di ruang Abirawa kantor bupati setempat, Rabu (10/12/2020). “BPOM tidak bisa bekerja sendirian, maka harus ada kerja sama dalam pengawasan obat dan makanan,” kata Wihaji.
Dijelaskan, masyarakat Batang banyak yang usaha di bidang makanan dan obat sehingga butuh edukasi agar produknya aman dikonsumsi oleh masyarakat sesuai regulasi. “Saya minta dinas terkait untuk support pelaku usaha agar produknya aman sesuai dengan regulasi. Hal ini untuk melindungi konsumen,” katanya.
Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha makanan dan minuman di Kabupaten Batang yang masih menggunakan bahan- bahan obat untuk campuran makanan atau obat berbahaya. “Ada mental – mental masyarakat yang masih melanggengkan warisan dengan menganggap bahan makanan tidak berbahaya tapi menurut ilmu kesehatan berbahaya untuk masa depan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Lihat Juga :