Roadmap Alkes dan Farmasi Pasca Covid-19 Sangat Diperlukan
Selasa, 12 Mei 2020 - 23:58 WIB
“Seharusnya setiap rumah sakit atau daerah memiliki setidaknya alat produksi dasar seperti alat pembuatan infus,” kata Fathema, Selasa (12/5/2020).
Ia melanjutkan, Indonesia sebenarnya memiliki bahan dasar pembuatan infus, tinggal penyediaan alat pembuatnya yang pada dasarnya sama seperti teknik pembuatan botol plastik yaitu blow, fill, dan fit.
“Hal-hal sederhana itu dapat menekan harga biaya kesehatan. Nyatanya, cairan infus NaCl saja kita masih bergantung pada luar negeri,” ucapnya.
Ia juga mengkritik bagaimana tidak adanya penyebaran informasi mengenai apa-apa saja yang Indonesia punya dan bisa diproduksi sendiri, sehingga dapat dihitung sebagai pemborosan.
Fathema mengungkapkan, Indonesia melakukan impor bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya punya sendiri. “Misalnya, untuk diagnostik serologi semua buatan luar negeri, padahal kita ada. Masalahnya, kita tidak memiliki sistem yang bisa menginformasikan bahwa kita sebenarnya mampu,” ucapnya.
Ia melanjutkan, Indonesia sebenarnya memiliki bahan dasar pembuatan infus, tinggal penyediaan alat pembuatnya yang pada dasarnya sama seperti teknik pembuatan botol plastik yaitu blow, fill, dan fit.
“Hal-hal sederhana itu dapat menekan harga biaya kesehatan. Nyatanya, cairan infus NaCl saja kita masih bergantung pada luar negeri,” ucapnya.
Ia juga mengkritik bagaimana tidak adanya penyebaran informasi mengenai apa-apa saja yang Indonesia punya dan bisa diproduksi sendiri, sehingga dapat dihitung sebagai pemborosan.
Fathema mengungkapkan, Indonesia melakukan impor bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya punya sendiri. “Misalnya, untuk diagnostik serologi semua buatan luar negeri, padahal kita ada. Masalahnya, kita tidak memiliki sistem yang bisa menginformasikan bahwa kita sebenarnya mampu,” ucapnya.
Lihat Juga :