Angkutan Umum Kembali Beroperasi, Ridwan Kamil Khawatir Corona Merebak Lagi
Selasa, 12 Mei 2020 - 19:58 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto/dok.SINDOnews
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku khawatir virus Corona (COVID-19) kembali merebak di Jawa Barat. Padahal, sejauh ini penyebaran virus yang berasal dari China itu relatif bisa ditekan melalui serangkaian kebijakan sebelumnya.
Kekhawatiran tersebut muncul menyusul diperbolehkannya moda transportasi publik kembali beroperasi di tengah kebijakan larangan mudik. Kang Emil, begitu dia bisa disapa, khawatir angkutan umum membawa serta pemudik dan orang-orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menyebarkan virus Corona di wilayah Jawa Barat.
"Kami khawatir relaksasi transportasi publik ditunggangi oleh pemudik, oleh para OTG. Data dari terminal dan stasiun menunjukkan, ada 1 persen dari mereka yang kita tes positif COVID-19," ungkap Kang Emil, Selasa (12/5/2020).
(Baca: Klaim Sukses, Jabar Bersiap Longgarkan Pembatasan Sosial)
Berdasarkan data tersebut, Kang Emil dibukanya kembali perjalanan angkutan umum berpotensi mengangkut 1 persen pembawa virus. ”Ini yang harus kita waspadai," sambungnya.
Meski pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) tingkat Jabar membuahkan hasil yang cukup menggembirakan, masyaralat tetap wajib mewaspadai kemungkinan penyebaran COVID-19.
Kekhawatiran tersebut muncul menyusul diperbolehkannya moda transportasi publik kembali beroperasi di tengah kebijakan larangan mudik. Kang Emil, begitu dia bisa disapa, khawatir angkutan umum membawa serta pemudik dan orang-orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menyebarkan virus Corona di wilayah Jawa Barat.
"Kami khawatir relaksasi transportasi publik ditunggangi oleh pemudik, oleh para OTG. Data dari terminal dan stasiun menunjukkan, ada 1 persen dari mereka yang kita tes positif COVID-19," ungkap Kang Emil, Selasa (12/5/2020).
(Baca: Klaim Sukses, Jabar Bersiap Longgarkan Pembatasan Sosial)
Berdasarkan data tersebut, Kang Emil dibukanya kembali perjalanan angkutan umum berpotensi mengangkut 1 persen pembawa virus. ”Ini yang harus kita waspadai," sambungnya.
Meski pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) tingkat Jabar membuahkan hasil yang cukup menggembirakan, masyaralat tetap wajib mewaspadai kemungkinan penyebaran COVID-19.
Lihat Juga :