Ungkap Fakta Kematian 6 Anggota FPI, Semua Pihak Diminta Menahan Diri
Selasa, 08 Desember 2020 - 07:28 WIB
Foto: dok/SINDOnews
JAKARTA - Semua pihak diminta tidak terpancing dan menahan diri dengan tidak melakukan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan kekerasan dalam merespons tewasnya enam pendukung Habib Rizieq Shihab yang ditembak aparat kepolisian.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengaku prihatin dengan insiden yang melibatkan Polri dengan pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. (Baca: Diserang, Polisi Tembak Mati 6 Orang Diduga Anggota FPI)
Menurut dia, untuk memastikan polisi tidak melakukan pelanggaran diperlukan penyelidikan oleh pihak berwenang. "Masyarakat sebaiknya menahan diri dengan tidak melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Abdul Mu’ti, kemarin.
Seperti diketahui, polisi menembak mati enam anggota Laskar Khusus FPI yang bertugas mengawal Habib Rizieq di Jalan Tol Jakarta Cikampek, dini hari kemarin. Mereka adalah Faiz Ahmad Syukur, 22; Andi Oktiawan, 33; M Reza, 20; Muhammad Suci Khadavi Poetra, 21; Lutfhil Hakim, 24; dan Akhmad Sofiyan, 26.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengaku prihatin dengan insiden yang melibatkan Polri dengan pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. (Baca: Diserang, Polisi Tembak Mati 6 Orang Diduga Anggota FPI)
Menurut dia, untuk memastikan polisi tidak melakukan pelanggaran diperlukan penyelidikan oleh pihak berwenang. "Masyarakat sebaiknya menahan diri dengan tidak melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Abdul Mu’ti, kemarin.
Seperti diketahui, polisi menembak mati enam anggota Laskar Khusus FPI yang bertugas mengawal Habib Rizieq di Jalan Tol Jakarta Cikampek, dini hari kemarin. Mereka adalah Faiz Ahmad Syukur, 22; Andi Oktiawan, 33; M Reza, 20; Muhammad Suci Khadavi Poetra, 21; Lutfhil Hakim, 24; dan Akhmad Sofiyan, 26.
Lihat Juga :