Pilbup Bandung, LSI Beberkan Kekuatan Tiga Paslon Jelang Hari Pencoblosan

Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:26 WIB
Menurut Toto, mengacu pada hasil survei terbarunya itu, pihaknya tidak menemukan pergerakan elektabilitas yang berarti dibandingkan survei yang digelar sebelumnya. Diketahui, pada survei dua pekan sebelumnya, LSI Denny JA juga membeberkan fakta survei bahwa Dadang-Syahrul meraih elektabilitas 45,9 persen disusul Nia Usman 28,9 persen, dan Yena-Atep 13,4 persen.

"Tidak ada pergerakan elektabilitas yang dinamis karena semua kandidat dalam posisi dukungan yang relatif stabil," ungkap Toto dalam keterangan resminya, Sabtu (5/12/2020).

(Baca juga: Ramai-ramai Tolak Surat Risma, Warga: Maaf Pilihan Kita Berbeda )

Menurut Toto, berdasarkan pengalaman pihaknya yang telah melakukan ratusan kali survei, posisi elektabilitas dengan selisih di atas 15 persen dalam H-7 jelang pencoblosan biasanya tidak pernah mengubah posisi urutan pemenang.

Adapun dinamika yang mungkin terjadi, kata Toto, yakni selisih perolehan suara yang lebih mendekati urutan di atasnya. Misalnya, Nia-Usman yang naik dengan elektabilitas di atas 30 persen. Meski begitu, kenaikan tersebut tak akan mampu menyalip karena elektabilitas paslon di urutan teratasnya terlampau besar.

"Hanya tsunami politik dan money politic yang biasanya mengubah drastis posisi elektabilitas seperti itu, tapi tidak mudah bagi dua kompetitor Dadang-Syahrul untuk membuat isu besar seperti itu," katanya.

Toto menjelaskan, seperti rumus yang berlaku pada tsunami politik, yakni seberapa besar mayoritas publik tahu dan seberapa mayoritas publik percaya, money politics pun tak akan banyak memberi efek signifikan jika tidak dilakukan secara masif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!