Cerita Operator Data Perguruan Tinggi, Pantang Pulang Sebelum Valid

Sabtu, 05 Desember 2020 - 10:14 WIB
Ade menceritakan, setiap periode wisuda, biasanya kampus bersurat ke Lembaga Layanan Pendidikan tinggi (LLDikti) untuk melakukan pembukaan periode pelaporan semester lampau. Ada nilai lupa di-input, SKS yang tidak cukup, SKS berlebih sampai 30 SKS, data ganda, dan lainnya. BACA JUGA: Mahfud MD Minta Paslon Pilkada Tetap Tertib Diakhir Masa Kampanye

Perjuangan operator, kata Ade, tidaklah mudah, walaupun saat itu adminnya 13 orang. Dengan waktu pembukaan periode pelaporan yang relatif singkat, yakni hanya 1 bulan, Ade dan kawan-kawannya dituntut ekstra keras untuk memperbaiki banyak data yang tidak valid, dari terbit fajar sampai terbit fajar di esok hari. "Kami punya slogan dalam bekerja yakni pantang pulang sebelum valid," cetusnya.

Kerja keras Ade dan kawan-kawan selama ini tidak sia-sia. Hasilnya mereka mendapatkan apresiasi dari LLDIKTI X sebagai perguruan Tinggi pertama terbanyak di LLDIKTI X yang menggunakan aplikasi PIN (Penomoran Ijazah).

Walaupun Ade baru 3 tahun mengelola data PDDikti di kampus, SIAKAD CLOUD menjadi salah satu pendukung yang mengantarkannya ke posisi sebagai kepala bagian akademik di awal tahun 2020 hingga saat ini.

"Baru-baru ini kami mendapatkan apresiasi dari SEVIMA sebagai kampus pelaporan 20192 terbaik dengan 100% AKM terkirim dengan 10.806 mahasiswa," sebutnya.

Hal ini juga dialami Muslihin Manshur operator di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang, Jawa Tengah. Menurut Muslihin, kerja operator tidak pernah ada habisnya. Ketika yang lain sudah bisa istirahat, operator masih harus bekerja meng-input data ke PDDikti. "Kalau tidak, data mahasiswa tidak masuk dalam pangkalan data," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!