Pandemi COVID-19, DPK Perbankan di Jatim Alami Kenaikan, Kok Bisa?

Rabu, 02 Desember 2020 - 12:06 WIB
OJK KR 4 mencatat, kucuran kredit perbankan Jatim minus 2,3% pada Oktober 2020, menurun lebih dalam dibandingkan September 2020 yang minus hanya 1,8%. "Penurunan kucuran kredit ini rendahnya permintaan. Selain itu, perbankan sangat berhati-hati dalam menyetujui pengajuan kredit. Sehingga, bisa meminimalisir risiko kredit macet," ujar Bambang.

(Baca juga: Dua Kali Terjadi Luncuran Lava Pijar Disertai Awan Panas, Status Semeru Dievaluasi )

Tingginya DPK ini juga tampak dari kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim. Selama triwulan III, DPK di bank milik Pemprov Jatim tumbuh 13,99% menjadi Rp69,77 triliun. Sementara kredit hanya tumbuh 7,03% menjadi Rp40,38 triliun. Tingginya peningkatan DPK membuat aset bank juga naik Rp82,08 triliun atau tumbuh 13,80%.

"Sektor UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan kredit tertinggi. Yaitu sebesar Rp6,46 triliun atau tumbuh 12,24% (YoY). Diikuti kredit korporasi sebesar Rp10,01 triliun atau tumbuh 9,86%," kata Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!