DPRD Jabar Soroti LKPj Gubernur soal Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 11 Mei 2020 - 21:19 WIB
Diakuinya, pembangunan sektor pariwisata di Jabar hingga kini belum tergali optimal. Bahkan, dengan berbagai perkembangan yang terjadi, kinerja Pemprov Jabar dalam pembangunan pariwisata cenderung stagnan.

"Jika berbicara secara umum, kita harus kerja keras dengan kondisi sekarang karena ­(kondisinya) tidak lebih baik dibandingkan dengan ta­hun lalu atau tahun sebelum. Apalagi, saat ini, akibat COVID-19 sudah lebih dari 500 hotel tutup dan 15.000 karyawan terpaksa harus di rumahkan. Dalam recovery, dibutuhkan pendekatan yang utuh," tutur dia.

Menurut Rahmat, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi tidak menyenangkan tersebut, di antaranya keseriusan Pemprov Jabar dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Tatar Priangan. (BACA JUGA: Jabar Nihil Klaster Baru Penyebaran COVID-19 )

Dia menyatakan, meskipun Jabar memiliki sejumlah destinasi wisata yang cukup tua dan terkenal di Tanah Air, namun kegiatan promosi harus tetap dilakukan, agar informasi mengenai berbagai destinasi wisata di Jabar terus di­perbarui.

"Harapannya, pemerintah paham betul kondisinya, masalah yang dihadapi, dan ba­gaimana solusi dari permasalahan tersebut," tegasnya.

Meski demikian, kata Rahmat, dalam upaya membenahi kekurangan tersebut, Pemprov Jabar harus tetap bersinergi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap pembangunan sektor pariwisata di Jabar secara keseluruhan.

"Sehingga, dengan sendirinya, semua bidang juga terdorong dan secara otomatis pembangunan pariwisata akan meningkat," katanya. (BACA JUGA: 6 Laboratorium di Jabar Siap Dukung Pemeriksaan Swab Test Massal )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!