Kisah Kali Gowang, Ki Ageng Giring Menahan Diri Tak Dapat Wahyu Keraton Mataram

Jum'at, 27 November 2020 - 05:00 WIB
Dalam keadaan sedih, KI Ageng Giring kembali ke Kali Nyamat. Hatinya benar-benar sedih dan gowang (terluka). Dia kemudian bertapa di Kali tersebut. Bahkan tetesan air matanya membuat bebatuan berlubang.

Menurut tokoh Budaya Gunungkidul, Dwijo Winarto, kali tersebut menjadi Kali Gowang karena menggambarkan suasana hati Ki Ageng Giring. "Jadi menggambarkan kesedihan yang dalam sehingga menjadi Kali gowang," ungkapnya.

Hingga saat ini warga percaya bahwa Kali Gowang memeikio banyak cerita mistis. Seringkali warga bermunajat di sungai baik dengan ritual kejawen maupun lainnya. Mulai dari duduk di delta Watu Dakon hingga mandi di aliran Kali Gowang. "Ini bagian dari budaya sehingga ada yang percaya dengan kelebihan mandi di Kali Gowang ini bisa menentramkan hati," katanya.

Sumiran, warga Gunungkidul mengungkapkan, banyak warga yang malam hari datang ke Kali Gowang. Mereka mengaku terkabul permintaanya setelah berdiam diri di sungai yang airnya tidak pernah kering tersebut. "Biasanya malam Selasa atau malam Jumat, ada beberapa pengunjung untuk sekedar menghabiskan malam hingga dini hari atau juga melakukan ritual sesaji bunga," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!