Perang Survei di Pilkada Tangsel, Direktur IPO Ungkap Anomali Indikator
Jum'at, 20 November 2020 - 18:55 WIB
"Peningkatan elektabilitas para kandidat hanya terjadi pada dua momen. Pertama saat penentuan kandidat dan pengalihan dukungan, kedua waktu pemilihan," katanya.
Kemudian, bisa juga karena semakin gencar kampanye dan ada strategi pamungkas seperti janji-janji politik atau hal lainnya. Tapi, peningkatan drastis selama pandemi itu, menurutnya, tetap tidak bisa dipercaya.
"Ini anomali. Makanya saya meragukan terjadi peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis ketika masih berada di masa kampanye. Apalagi selama pandemi Covid-19 kampanye kandidat dibatasi," ujar Dedi.
Menurut Direktur Riset Kantor Konsultan Politik Konsepindo Sapraji, salip menyalip sebelum waktu pencoblosan adalah hal biasa dalam pilkada, tapi biasanya terjadi pada kontestan yang sama-sama kuat.
"Disalipnya pasangan Benyamin-Pilar oleh Muhamad-Saras ini cukup mengejutkan. Jadi wajar kalau menjadi perbincangan. Apalagi dalam beberapa kali survei kami tidak ada stagnansi pasangan Ben-Pilar," ucapnya.
Kemudian, bisa juga karena semakin gencar kampanye dan ada strategi pamungkas seperti janji-janji politik atau hal lainnya. Tapi, peningkatan drastis selama pandemi itu, menurutnya, tetap tidak bisa dipercaya.
"Ini anomali. Makanya saya meragukan terjadi peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis ketika masih berada di masa kampanye. Apalagi selama pandemi Covid-19 kampanye kandidat dibatasi," ujar Dedi.
Menurut Direktur Riset Kantor Konsultan Politik Konsepindo Sapraji, salip menyalip sebelum waktu pencoblosan adalah hal biasa dalam pilkada, tapi biasanya terjadi pada kontestan yang sama-sama kuat.
"Disalipnya pasangan Benyamin-Pilar oleh Muhamad-Saras ini cukup mengejutkan. Jadi wajar kalau menjadi perbincangan. Apalagi dalam beberapa kali survei kami tidak ada stagnansi pasangan Ben-Pilar," ucapnya.
Lihat Juga :