Ingatkan Protokol Kesehatan, Kepala BNPB Datangi Pengungsian Merapi di Tlogolele

Jum'at, 20 November 2020 - 17:10 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo saat meninjau lokasi pengungsian di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng, Jumat (20/11/2020). Foto/Ist
BOYOLALI - Seluruh komponen yang bergerak dalam penanganan pengungsi Gunung Merapi diminta agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat meninjau lokasi pengungsian Merapi di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jumat (20/11/2020).

“Kami berharap seluruh hal yang berhubungan dengan protokol kesehatan, khususnya penanganan di wilayah ini betul-betul mendapatkan perhatian yang serius,” kata Doni. Adapun protokol kesehatan menjadi penting, sebab di lokasi pengungsian juga memiliki potensi yang besar terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. (Baca juga: Mengintip Bilik Asmara untuk Pengungsi Merapi yang Ingin Berhubungan Intim)





Selain itu, Doni juga meminta agar seluruh pihak dari luar pengungsian agar mematuhi aturan protokol kesehatan yang sama apabila hendak berkunjung ke lokasi pengungsian. Sehingga dengan penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar, maka penularan dapat dicegah. “Saudara-saudara kita yang ada di sini punya risiko yang tinggi untuk terpapar COVID-19 apabila ada orang dari luar yang positif. Mengingat tempatnya juga relatif terbatas,” kata Doni. (Baca juga: Rapid Test Pengungsi Gunung Merapi di Tlogolele Akhirnya Dibatalkan)



Diharapkan seluruh pihak yang berkunjung ke tempat-tempat pengungsian harus mematuhi ketentuan yang telah diberikan oleh pemerintah. Dalam peninjauan yang didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Doni Monardo melihat bahwa warga pengungsian lebih banyak yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, difabel hingga anak-anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!