Atribut FPI Dibersihkan TNI, Ansor NU Blitar : TNI Sudah Gregetan

Jum'at, 20 November 2020 - 15:18 WIB
Menurut Aminudin, sikap keras TNI bisa jadi akumulasi rasa jengkel melihat FPI yang terus berulah. Terutama sejak kepulangan Rizieq Shihab, FPI terus membuat kegaduhan. Di sisi lain aparat kepolisian dan pemerintah DKI Jakarta kemungkinan lamban mengambil sikap. Hal itu yang mendorong TNI segera turun tangan. "Mungkin TNI sudah gregetan. Dan itu wajar," kata Aminudin atau biasa disapa Gus Udin.

Bagi Gus Udin, FPI merupakan organisasi kecil. Mereka tidak bisa mengklaim diri sebagai representasi mayoritas umat Islam di Indonesia. Sebab di Indonesia ada NU dan Muhammadiyah yang secara jamaah dan jam'iyah jauh lebih besar dari FPI. Gerakan amaliyah FPI di masyarakat juga dinilai terlalu keras, yang itu membuat banyak masyarakat tidak menaruh simpatik. (Baca juga: Unik, Bangunan Balai Desa Mirip Istana Negara Jadi Lokasi Wisata )

Begitu juga dengan gerakan politiknya yang terlalu frontal. "Karena terlalu keras, masyarakat menjadi tidak simpatik," kata Gus Udin yang juga pengasuh Ponpes Alkamal Kunir Blitar. Kendati demikian, dalam konteks pelanggaran hukum, siapapun yang melanggar, yakni tidak hanya FPI, kata Gus Udin harus ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Kalau soal pelanggaran hukum, siapapun yang terbukti melanggar harus ditindak tegas," tambah Gus Udin. Sementara untuk di wilayah Kabupaten Blitar dan sekitarnya, Gus Udin mengakui ada sejumlah orang yang mengklaim sebagai simpatisan FPI. Namun sejauh ini mereka lebih berkonsentrasi membangun gerakan ekonomi.

Terkait situasi di Jakarta yang saat ini memanas, para simpatisan FPI di Kabupaten Blitar dan daerah sekitar, tidak terlihat membuat gerakan. Sejauh ini mereka tidak memperlihatkan gejala membuat aksi solidaritas dan semacamnya. "Tidak terlihat ada gerakan apapun. Namun harus tetap diwaspadai," pungkas Gus Udin.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!