Pasca-Perpres Terbit, Volume Sampah di Sungai Citarum Berkurang Ribuan Ton

Jum'at, 20 November 2020 - 10:19 WIB
Namun, sebagian sampah yang didaur ulang di bank sampah di Kabupaten Bandung diakuinya berasal dari daerah lain, seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan sampah yang berasal dari Kabupaten Bandung sendiri masih berkisar 450-500 ton/hari.

Meski begitu, tambah Asep, jika terdapat 1.400 sampah daur ulang dari Kabupaten Bandung, maka 36 bank sampah di Kabupaten Bandung dengan rata-rata produksi 450-500 ton/hari, bank sampah tersebut sudah mampu mengurangi 30-35 persen sampah yang masuk ke sungai.

"Dengan adanya bank sampah ditambah LCO dan pengolahan lainnya, saya rasa sampah yang masuk ke Citarum dari wilayah kabupaten bandung sudah bisa berkurang drastis sampai 42 persen," katanya. (Baca juga: Pilbup Bandung, Warga Nahdliyin Dorong Kemenangan Dadang-Syahrul Gunawan)

Sementara itu, Dansektor 7 Satgas Citarum Harum, Kolonel Purwadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Denmark tertarik berinvestasi dalam pengolahan sampah dan limbah di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. (Baca juga: Potensi Rp1.700 Triliun, Menkop UKM Teten Sindir Banyak UMKM Garap Bisnis Sama)

Menurut dia, ketertarikan Pemerintah Denmark disampaikan langsung Kepala Perdagangan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia, Jacob Kahl Jepsen saat berkunjung ke sejumlah tempat di bantaran Sungai Citarum untuk melihat secara langsung pengolahan limbah dan sampah, beberapa waktu lalu.

Pihaknya pun menyambut baik dengan rencana pemerintah Denmark tersebut. Purwadi mengatakan, hadirnya banyak pihak dalam pengolahan air limbah, akan mengurangi beban pencemaran di Sungai Citarum.

"Mereka memiliki teknologi limbah dan pengolahan sampah, itu yang kita harapkan dari investasi mereka," katanya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!