Hadapi Paceklik, Pekerja Logistik Suplai Kebutuhan Pangan warga
Minggu, 10 Mei 2020 - 20:07 WIB
Hermanto menjelaskan, kegiatan sosial bertajuk "Senyummu Adalah Bahagiaku", ini bakal terus digelar hingga minggu depan. Hasil pengumpulan donasi dari member SLC dan para pelaku logistik di Surabaya dan Jawa Timur mereka wujudkan dalam paket sembako berisi beras 5 kg, 1 Kg gula, 5 bungkus mie, 1 liter minyak goreng dan satu kotak teh.
"Hari ini kami membagikan sembako di empat lokasi pingiran kota Surabaya, diantaranya warga pemulung di Kejawen Putih, Kampung Nelayan, Tambak Wedi dan terakhir di Panti Lansia Ampel," kata dia.
Pantauan di lapangan, dalam proses pembagian sembako SLC tidak sembarangan. Mereka menyeleksi ketat siapa saja yang berhak dibantu. SLC mengutamakan warga yang tidak memiliki KTP Surabaya karena bisa jadi tidak kecipratan bantuan sosial dari pemerintah. Selan itu, lansia dan warga rentan juga menjadi prioritasnya.
Seperti yang terlihat di kampung nelayan Kenjeran, tidak semua warga dibantu. Anggota SLC menyerahkan langsung bantuan itu dari rumah ke rumah. Selain untuk mengetahui kondisi sebenarnya, hal itu juga untuk menghindari kerumunan.
"Semoga wabah paceklik ini cepat beralu dan kita semua kembali hidup normal," pungkas dia.
"Hari ini kami membagikan sembako di empat lokasi pingiran kota Surabaya, diantaranya warga pemulung di Kejawen Putih, Kampung Nelayan, Tambak Wedi dan terakhir di Panti Lansia Ampel," kata dia.
Pantauan di lapangan, dalam proses pembagian sembako SLC tidak sembarangan. Mereka menyeleksi ketat siapa saja yang berhak dibantu. SLC mengutamakan warga yang tidak memiliki KTP Surabaya karena bisa jadi tidak kecipratan bantuan sosial dari pemerintah. Selan itu, lansia dan warga rentan juga menjadi prioritasnya.
Seperti yang terlihat di kampung nelayan Kenjeran, tidak semua warga dibantu. Anggota SLC menyerahkan langsung bantuan itu dari rumah ke rumah. Selain untuk mengetahui kondisi sebenarnya, hal itu juga untuk menghindari kerumunan.
"Semoga wabah paceklik ini cepat beralu dan kita semua kembali hidup normal," pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :