BNNP Ungkap Narkotika di Bali Kebanyakan dari Riau
Senin, 16 November 2020 - 23:33 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali mengungkap peredaran narkotika di wilayah Pulau Dewata kebanyakan dari Kepulauan Riau yang dikirim lewat paket ekspedisi. Foto/Ilustrasi/Dok/SINDOnews
DENPASAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali mengungkap bahwa peredaran narkotika di wilayah Pulau Dewata kebanyakan dari Kepulauan Riau .
"Untuk daerah pengirim narkotika paling banyak ditemukan berasal dari Riau, Medan, Aceh, kemudian Surabaya, dan Malang," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigadir Jenderal Polisi I Putu Gede Suastawa di Denpasar, Senin (17/11/2020). (Baca juga: 2,3 Kg Sabu, 47 Pengedar dan 8 Pemakai Narkoba Dibekuk, Ini Kasusnya)
Suastawa menambahkan, pengiriman paket narkotika lebih banyak menggunakan jalur ekspedisi berbentuk paket dan diedarkan ke seluruh Bali. Peredaran narkotika paling banyak ada di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Negara, Karangasem, dan Bangli. (Baca juga: Irjen Golose Digeser ke Mabes, Polda Bali Kembali Dipimpin Putra Daerah)
Sedangkan barang bukti narkotika yang paling banyak ditemukan yaitu sabu-sabu, ganja, tembakau gorila, dan ekstasi. Saat ini narkotika jenis ekstasi menjadi paling banyak juga disita karena biasanya peredarannya menyasar tempat hiburan malam.
"Untuk daerah pengirim narkotika paling banyak ditemukan berasal dari Riau, Medan, Aceh, kemudian Surabaya, dan Malang," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigadir Jenderal Polisi I Putu Gede Suastawa di Denpasar, Senin (17/11/2020). (Baca juga: 2,3 Kg Sabu, 47 Pengedar dan 8 Pemakai Narkoba Dibekuk, Ini Kasusnya)
Suastawa menambahkan, pengiriman paket narkotika lebih banyak menggunakan jalur ekspedisi berbentuk paket dan diedarkan ke seluruh Bali. Peredaran narkotika paling banyak ada di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Negara, Karangasem, dan Bangli. (Baca juga: Irjen Golose Digeser ke Mabes, Polda Bali Kembali Dipimpin Putra Daerah)
Sedangkan barang bukti narkotika yang paling banyak ditemukan yaitu sabu-sabu, ganja, tembakau gorila, dan ekstasi. Saat ini narkotika jenis ekstasi menjadi paling banyak juga disita karena biasanya peredarannya menyasar tempat hiburan malam.
Lihat Juga :