DKI Klaim Program Gerebek Lumpur Mampu Atasi Banjir
Senin, 16 November 2020 - 05:35 WIB
Selain itu, lanjut Ariza, pihaknya juga melakukan optimalisasi pompa air untuk bisa dipastikan berjalan dengan baik, tidak hanya di musim hujan tapi juga di beberapa hari belakangan ini saat cuaca cerah. Juga ada dengan membuat sodetan dan sistem poulder.
"Kita juga mendorong agar ada biopori di lingkungan rumah. Jadi prinsipnya semua upaya kita lakukan, di samping juga upaya penanggulangan banjir juga kita tingkatkan," katanya. (Baca juga: Perhutani Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor )
Ariza turut mengingatkan, menurut perkiraan BPBD Jakarta akan menjadi salah satu wilayah yang terdampak akan adanya anomali iklim La Nina. Dampaknya, akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat daripada tahun-tahun sebelumnya.
"Karena itu, kita minta masyarakat mempersiapkan diri membantu menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan, got, di lingkungan rumah masing-masing. Juga kita minta dukungan dari semua pihak. Kami juga melakukan sosialisasi masyarakat dalam rangka pengendalian banjir," katanya.
"Kita juga mendorong agar ada biopori di lingkungan rumah. Jadi prinsipnya semua upaya kita lakukan, di samping juga upaya penanggulangan banjir juga kita tingkatkan," katanya. (Baca juga: Perhutani Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor )
Ariza turut mengingatkan, menurut perkiraan BPBD Jakarta akan menjadi salah satu wilayah yang terdampak akan adanya anomali iklim La Nina. Dampaknya, akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat daripada tahun-tahun sebelumnya.
"Karena itu, kita minta masyarakat mempersiapkan diri membantu menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan, got, di lingkungan rumah masing-masing. Juga kita minta dukungan dari semua pihak. Kami juga melakukan sosialisasi masyarakat dalam rangka pengendalian banjir," katanya.
(abd)
Lihat Juga :