Bobby Nasution Dinilai Tahu Kebutuhan Utama Masyarakat Awam di Medan
Kamis, 12 November 2020 - 09:50 WIB
Kedua, dirinya juga menyoroti Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak tepat sasaran. Kata dia, hal itu bisa terjadi lantaran Pemko Medan tak punya data akurat sehingga potensi salah sasaran penerima bantuan sangat tinggi.
"Saya tidak ingin salahkan kepling yang banyak jadi sasaran, bukan membela. Tapi bisa salah sasaran itu karena data masyarakat tidak akurat. Jadi yang dapat katanya keluarga kepling aja," katanya.
Ketiga, yang juga masih jadi masalah di masyarakat, susahnya mengurus administrasi kependudukan. "Birokrasi akan kita benahi. Tidak ada lagi sistem yang menyusahkan, kita akan ubah jadi mudah. Kita akan terapkan digitalisasi yang memudahkan masyarakat," jelasnya.
Kemudian, dia juga menjamin kelangsungan studi masyarakat Medan. Baik yang mampu, tak mampu dan berprestasi semua akan punya kesempatan lanjut sekolah.
"Sebanyak 1.000 beasiswa saya siapkan untuk lanjut hingga perguruan tinggi. Siapa tak mampu akan dapat beasiswa, siapa berprestasi juga diberi beasiswa. Mau keluar negeri juga bisa," katanya.
"Saya tidak ingin salahkan kepling yang banyak jadi sasaran, bukan membela. Tapi bisa salah sasaran itu karena data masyarakat tidak akurat. Jadi yang dapat katanya keluarga kepling aja," katanya.
Ketiga, yang juga masih jadi masalah di masyarakat, susahnya mengurus administrasi kependudukan. "Birokrasi akan kita benahi. Tidak ada lagi sistem yang menyusahkan, kita akan ubah jadi mudah. Kita akan terapkan digitalisasi yang memudahkan masyarakat," jelasnya.
Kemudian, dia juga menjamin kelangsungan studi masyarakat Medan. Baik yang mampu, tak mampu dan berprestasi semua akan punya kesempatan lanjut sekolah.
"Sebanyak 1.000 beasiswa saya siapkan untuk lanjut hingga perguruan tinggi. Siapa tak mampu akan dapat beasiswa, siapa berprestasi juga diberi beasiswa. Mau keluar negeri juga bisa," katanya.
Lihat Juga :