Pelonggaran PSBB Transisi Berpotensi Timbulkan Lonjakan Kasus COVID-19

Senin, 09 November 2020 - 11:43 WIB
Miko mengakui, terjadi penurunan kasus harian di Ibu Kota, namun dia khawatir dataitu karena jumlah warga yang dites (swab atau rapid test) menurun. Imbasnya banyak pasien yang tidak terdeteksi Pemerintah. (Baca juga; PSBB Transisi DKI Berlanjut, Penindakan Harus Lebih Tegas Jangan Kendor )

"Kalau tracingnya dikit, ada orang ketularan, ya ngga tahu kita. Kenaikan kasus memang melambat, tapi ngerinya banyak kasus yang tidak terdeteksi. Akibatnya, bisa jadi angka kematian naik karena banyak tertular kepada pasien komorbid,"ungkapnya.

Sukses atau tidaknya penanganan Corona, kata Miko, bergantung pada jumlah testing yang dilakukan. Jika hal ini tidak dikerjakan dengan benar ancaman penularan wabah ini sukar dibendung. "Kunci keberhasilan penanggulangan covid itu pada tracing, tes, dan isolasi. kalau itu ngga dilakukan, aduh saya bingung," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari, mulai 9 sampai 22 November 2020. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus COVID-19.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!