Pelonggaran PSBB Transisi Berpotensi Timbulkan Lonjakan Kasus COVID-19

Senin, 09 November 2020 - 11:43 WIB
loading...
Pelonggaran PSBB Transisi...
Ahli epidemiologi UI Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, pelonggaran berbagai aktivitas selama masa perpanjangan PSBB Transisi di Ibu Kota berpotensi memicu lonjakan kasus COVID-19. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, pelonggaran berbagai aktivitas selama masa perpanjangan PSBB Transisi di Ibu Kota berpotensi memicu lonjakan kasus COVID-19 .

Untuk itu, dia meminta membatasi atau menutup kegiatan yang dapat memicu persebaran COVID-19. "Jangan dilonggarkan semuanya," kata Miko kepada wartawan, Senin (9/11/2020). (Baca juga; 1.568 Pedagang Pasar Tradisional Terpapar COVID-19, IKAPPI Minta Pemerintah Beri Perhatian )

Miko menjelaskan, potensi penularan COVID-19 di Ibu Kota masih cukup tinggi. Terbukti angka positivity rate atau tingkat penularan wabah ini yang masih di atas rata-rata angka yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). (Baca juga; Kasus Positif COVID-19 di Kabupaten Bogor Terus Menurun )

Pada masa transisi ini, kata Miko, pemerintah jangan sampai mengurangi jumlah pelacakan terhadap kasus posirif untuk mendapatkan lebih banyak lagi data warga yang sudah terpapar agar segera diisolasi. "Positivity rate Jakarta masih tetap di atas 10%,"ungkapnya.

Miko mengakui, terjadi penurunan kasus harian di Ibu Kota, namun dia khawatir dataitu karena jumlah warga yang dites (swab atau rapid test) menurun. Imbasnya banyak pasien yang tidak terdeteksi Pemerintah. (Baca juga; PSBB Transisi DKI Berlanjut, Penindakan Harus Lebih Tegas Jangan Kendor )

"Kalau tracingnya dikit, ada orang ketularan, ya ngga tahu kita. Kenaikan kasus memang melambat, tapi ngerinya banyak kasus yang tidak terdeteksi. Akibatnya, bisa jadi angka kematian naik karena banyak tertular kepada pasien komorbid,"ungkapnya.

Sukses atau tidaknya penanganan Corona, kata Miko, bergantung pada jumlah testing yang dilakukan. Jika hal ini tidak dikerjakan dengan benar ancaman penularan wabah ini sukar dibendung. "Kunci keberhasilan penanggulangan covid itu pada tracing, tes, dan isolasi. kalau itu ngga dilakukan, aduh saya bingung," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari, mulai 9 sampai 22 November 2020. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus COVID-19.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Pengajuan Akun SPMB...
Pengajuan Akun SPMB DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Mekanisme dan Tahap Verifikasi KK
Jadwal SPMB Jakarta...
Jadwal SPMB Jakarta 2026, Ini Lini Masa Pendaftaran SD, SMP, SMA, dan SMK
Rekomendasi
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved