Tambang Pasir di Bantaran Sungai Walanae Dikeluhkan Warga

Sabtu, 07 November 2020 - 16:53 WIB
"Bantaran sungai sudah mulai terdampak. Sebab ada mekanisme penambangan yang dilanggar, sehingga bantaran sungai mulai terkikis," ujarnya, Sabtu (7/21/2020).

Diketahui luas tambang milik AM hanya berkisar 0,5 ha. Lahan yang sempit tidak mampu memenuhi permintaan yang begitu tinggi. Akibatnya sejumlah aturan pertambangan dilanggar, bahkan terlihat aktivitas tambang terkadang di luar area miliknya.

"Izin anaknya punya, tapi pengelolaannya AM. Stok pasir tergantung arus sungai. Kalau arus deras, pasir akan kembali terisi di area. Sekarang arus lambat karena debit air sungai rendah. Jadi sekarang beroperasi di luar lokasi dan menyedot pasir di pembelokan sungai. Makanya ada bantaran sungai mulai runtuh," ujarnya.

Menyikapi hal itu, AM yang ditemui di ruangan kerjanya, tidak menampik jika tambang tersebut miliknya.

"Betul, anak saya yang punya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!