Waspada Kejadian Tsunami, Ini Saran Peneliti LIPI
Jum'at, 06 November 2020 - 17:16 WIB
Oleh karenanya, kata dia, dia sepakat adanya upaya evakuasi mandiri yang memungkinkan dilakukan masyarakat. Evakuasi mandiri adalah mengetahui gejala awal dan melakukan langkah penyelamatan sedini mungkin.
Selanjutnya, kata dia, masyarakat harus mampu mengindra tsunami. Maksudnya, mengetahui tanda tanda terjadinya tsunami. Misalnya, gempa dengan durasi panjang, namun ringan juga bisa menimbulkan tsunami. Dengan mengindra tsunami, masyarakat bisa segera melakukan evakuasi mandiri. "Umumnya di selatan jawa, kejadian gempa atau guncangannya tidak dirasakan cukup kuat. Tetapi durasi gempa panjang. Ini harus menjadi perhatian kita, apalagi misalnya lebih dari 60 detik," beber dia. (Baca: 3 Bocah Blitar Sembuh dari COVID, Tetap Wajib Jalankan Prokes).
Alternatif terakhir adalah memiliki shelter. Shelter bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri. Walaupun untuk membangun shelter perlu biaya tidak sedikit.
Selanjutnya, kata dia, masyarakat harus mampu mengindra tsunami. Maksudnya, mengetahui tanda tanda terjadinya tsunami. Misalnya, gempa dengan durasi panjang, namun ringan juga bisa menimbulkan tsunami. Dengan mengindra tsunami, masyarakat bisa segera melakukan evakuasi mandiri. "Umumnya di selatan jawa, kejadian gempa atau guncangannya tidak dirasakan cukup kuat. Tetapi durasi gempa panjang. Ini harus menjadi perhatian kita, apalagi misalnya lebih dari 60 detik," beber dia. (Baca: 3 Bocah Blitar Sembuh dari COVID, Tetap Wajib Jalankan Prokes).
Alternatif terakhir adalah memiliki shelter. Shelter bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri. Walaupun untuk membangun shelter perlu biaya tidak sedikit.
(nag)
Lihat Juga :