PT PP Garap Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II
Selasa, 03 November 2020 - 21:11 WIB
PT PP menggarap pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II di Provinsi Jawa Tengah. (Foto/ist)
BATANG - PT PP (Persero) turut berpartisipasi dalam berbagai investasi bisnis untuk mengembangkan sayap perusahaan. Ke depan Perseroan akan menggarap investasi pada pengembangan sebuah kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Terpadu Batang di Provinsi, Jawa Tengah.
Adapun investasi terkini yang sedang digarap yaitu pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II di Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan khususnya dalam bidang investasi jalan tol.
Perseroan bersama dengan PT Wijaya Karya dan PT Misi Mulia Metrical membentuk perusahaan patungan yang diberi bernama PT PP Semarang Demak. (BACA JUGA: Arus Lalu Lintas di Tol Semarang-Solo Ramai Lancar)
Adapun prosentase kepemilikan saham pada saat pendirian dalam perusahaan tersebut, yaitu perseroan sebesar 65%, WIKA sebesar 25%, dan MMM sebesar 10%. Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II merupakan jalan tol yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah ini memilki nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp3,78 triliun dimana terdapat porsi kontrak Perseroan sebesar Rp2,84 triliun.
Adapun investasi terkini yang sedang digarap yaitu pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II di Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan khususnya dalam bidang investasi jalan tol.
Perseroan bersama dengan PT Wijaya Karya dan PT Misi Mulia Metrical membentuk perusahaan patungan yang diberi bernama PT PP Semarang Demak. (BACA JUGA: Arus Lalu Lintas di Tol Semarang-Solo Ramai Lancar)
Adapun prosentase kepemilikan saham pada saat pendirian dalam perusahaan tersebut, yaitu perseroan sebesar 65%, WIKA sebesar 25%, dan MMM sebesar 10%. Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II merupakan jalan tol yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah ini memilki nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp3,78 triliun dimana terdapat porsi kontrak Perseroan sebesar Rp2,84 triliun.
Lihat Juga :