Video Baby Sitter Diculik dan Disiksa Viral, Polda Sumsel Bentuk Dua Tim
Rabu, 15 April 2020 - 20:52 WIB
Korban disebutkan sempat mengirim pesan via WhatsApp ke majikannya bahwa butuh rekening koran sebagai persyaratan untuk membuat laporan penipuan. Namun, sekitar pukul 15.26 WIB majikan korban menerima WhatsApp dari nomor korban yang berisikan gambar korban sudah terikat tangan, dan mulut disumbat dengan kain dan orang tersebut meminta tebusan sebanyak Rp50 juta.
"Selain ke majikan, diduga terlapor juga meminta tebusan kepada perusahaan tempat penyaluran baby sister dan ke pada pacarnya dengan tebusan dari Rp 50 - 100 juta," ujarnya.
Menurut Suryadi, kejadian ini merupakan kejadian menonjol sehingga pihaknya membentuk dua tim untuk mengungkap kasus ini. "Kita bentuk dua tim dan sudah diterjunkan untuk mengungkap kasus ini," tegasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim IT I Iptu Alkap membenarkan bahwa sebelum terjadi dugaan penculikan tersebut, korban datang ke Polsek untuk melapor soal menjadi korban penipuan karena membeli HP melalui online. "Tapi saat itu, laporan belum bisa diterima karena saat diminta bukti pembayaran dia tidak bisa menunjukannnya," katanya.
"Selain ke majikan, diduga terlapor juga meminta tebusan kepada perusahaan tempat penyaluran baby sister dan ke pada pacarnya dengan tebusan dari Rp 50 - 100 juta," ujarnya.
Menurut Suryadi, kejadian ini merupakan kejadian menonjol sehingga pihaknya membentuk dua tim untuk mengungkap kasus ini. "Kita bentuk dua tim dan sudah diterjunkan untuk mengungkap kasus ini," tegasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim IT I Iptu Alkap membenarkan bahwa sebelum terjadi dugaan penculikan tersebut, korban datang ke Polsek untuk melapor soal menjadi korban penipuan karena membeli HP melalui online. "Tapi saat itu, laporan belum bisa diterima karena saat diminta bukti pembayaran dia tidak bisa menunjukannnya," katanya.
(zil)
Lihat Juga :