Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Bripda MF
Senin, 26 Oktober 2020 - 00:30 WIB
Di mata kapolres, almarhum dikenal pendiam dan taat beribadah. Bahkan sebelum kejadian nahas itu, sempat salat Ashar berjamaah di Musala Polres. "Baru kembali lagi berjaga di pos. Saya juga bingung tiba tiba ada insiden begini," bebernya.
Sedangkan, Idris, ayah Bripda MF menceritakan dua hari belakangan sebelum ditemukan tewas, almarhum kerap mengeluhkan sakit di bagian kepala. "Mungkin karena luka syaraf di kepala. Karena pernah kecelakaan lalu lintas, parah kepalanya. Lama di rumah sakit. Kebetulan saya temani selama tiga hari ini di Selayar," ungkapnya.
Bapak tiga orang anak menceritakan setelah hampir empat bulan di rawat di RS Bhayangkara. Pihak keluarga memilih kembali mengobati anak sulungnya itu, ke dokter ahli syaraf di Makassar. Sesampainya di dokter praktek awal September 2020 lalu. Hasil CT Scan terlihat masih ada efek syaraf yang ditumbulkan akibat kecelakaan meskipun sudah menjalani perawatan di RS Bhayangkara.
Sedangkan, Idris, ayah Bripda MF menceritakan dua hari belakangan sebelum ditemukan tewas, almarhum kerap mengeluhkan sakit di bagian kepala. "Mungkin karena luka syaraf di kepala. Karena pernah kecelakaan lalu lintas, parah kepalanya. Lama di rumah sakit. Kebetulan saya temani selama tiga hari ini di Selayar," ungkapnya.
Bapak tiga orang anak menceritakan setelah hampir empat bulan di rawat di RS Bhayangkara. Pihak keluarga memilih kembali mengobati anak sulungnya itu, ke dokter ahli syaraf di Makassar. Sesampainya di dokter praktek awal September 2020 lalu. Hasil CT Scan terlihat masih ada efek syaraf yang ditumbulkan akibat kecelakaan meskipun sudah menjalani perawatan di RS Bhayangkara.
(nic)