37.000 UMKM di Jabar Terdampak Pandemi, Paling Banyak di Tasikmalaya

Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:53 WIB
Menurut dia, pada triwulan 2/2020, ekonomi Jawa Barat tertekan cukup dalam. Pertumbuhan ekonomi minus 5,9%, lebih dalam dibanding nasional. Tercatat ada sekitar 1.972 perusahaan terdampak. 99.104 pekerja di mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). 26,6% pengusaha kuliner merumahkan pegawainya.

"Dan yang mampu bertahan adalah produk pertanian, teknologi informasi, dan distribusi. Makanya banyak yang perlu kita dorong, agar ekonomi Jawa Barat kembali bangkit. Targetnya memang tahun 2023 ekonomi kita telah pulih normal kembali," ujar istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini.

Untuk mendorong konsumsi, tutur Atalia, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) sebentar 300.000 per bulan. Kemudian bantuan subsidi upah (BSU) sebentar Rp600.000 selama empat bulan.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!