Bupati Bogor Tidak Larang Warga Jabodetabek Melancong ke Puncak

Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:53 WIB
Ade Yasin kembali menegaskan aturan tersebut lantaran khawatir akan banyak dilanggar saat libur panjang Maulid Nabi pada pekan depan. Pasalnya, setiap libur panjang, Kabupaten Bogor kerap diserbu wisatawan, khususnya di Jalur Puncak.

"Semuanya harus mengerem, tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga harus benar-benar membantu, untuk tidak lagi terjadi kluster dan penularan pasien positif COVID-19," kata Ade Yasin dalam siaran tertulis di SINDOnews pada Minggu (25/10/2020).

Setiap akhir pekan, petugas dari Dinas Satpol PP, harus perketatmonitoring tempat wisata dan tempat kuliner. Tidak lebih dari 50% kapasitas serta jam buka dan tutup objek wisata.

Sementara petugas dari Dishub, diminta antisipasidan skrining kendaraan masuk menuju puncak terutama kendaraan roda dua. Selainitu, tim dari BPBD dan Damkar juga diperintahkan siaga, guna mengantisipasisituasi di lapangan.

Sedangkan untuk petugas dari Dinas Kesehatan, agar siaga ambulans dan tenaga medis, khususnya kelapa PKM Ciawi dan Megamendung, untuk mengkondisikan atau dengan PKM terdekat, untuk ikut apel pagi di Gadog. Kekuatan tim di lapangan akan diperkuat tambahan 150 personel BKO dari Polda Jabar dan 250 personel TNI dari Kodim 0621 Kabupaten Bogor.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!