Pandemi Covid-19, Dana BOS MTS Berkurang

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:25 WIB
Penasaran, FU pun menemui Staf Pendidikan Madrasah (Penmad) wilayah Jakarta Barat untuk menanyakan dana BOS yang tidak sesuai dengan usulan.

“Alasan beliau karena keterlambatan data EMIS atau siswa di awal tahun karena BOS mengacu pada data EMIS siswa awal tahun ajuan baru. Alasannya di MTs terlambat. Yang seharusnya di MTs anggarannya Rp5 miliar sekian, di Mts hanya Rp2,5 miliar. Jadi dipecah- pecah dan semua MTs dapatnya 50 persen," terangnya.

Sementara, pihaknya tidak melakukan keterlambatan mengirim data siswa. Anehnya yang mengalami kekurangan dana BOS hanya di MTs. "Yang berkurang hanya MTs, tingkat MI dan MA tidak," ucap FU.

Akibat berkurangnya dana BOS berdampak pada kegiatan operasional sekolah. "Saat ini kegiatan tetap jalan, misal ada perlombaan secara virtual. Intinya sudah pasti pengaruh dengan kegiatan sekolah nantinya," ujarnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang memastikan dana BOS Madrasah dan Pesantren tahun 2020 tetap naik meski dalam kondisi pandemi. Kenaikan BOS 2020 sebesar Rp100 ribu per siswa atau santri. (Baca juga: Alhamdulillah, Rp890 Miliar Kenaikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren Cair)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!