Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat Sepakung Pikat Hati Wisman Eropa
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:49 WIB
"Semua wisatawan mancanegara yang berwisata di ekowisata Sekkaron bisa merasakan langsung bagaimana proses kehidupan masyarakat. Yang menarik perhatian adalah, kehidupan di sini (Desa Sepakung) masih natural. Di sini mereka mendapatkan banyak pengalaman hidup yang luar biasa. Jadi tak hanya menikmati keindahan alamnya saja," kata Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri, belum lama ini.
Dia menuturkan, para wisatawan menilao panorama alam di Sepakung dan desa lainnya masih alami dan eksotis. Kondisi ini harus dijaga agar panorama alamnya tidak rusak dan tetap mimiliki daya tarik bagi wisatawan dari luar negeri.
Dia menambahkan, disamping destinasi wisata alam, ekowisata budaya Sekkaron juga menyuguhkan wisata pertanian dan perkebunan. Para wisatawan bisa mencoba pekerjaan petani mulai proses pengolahan tanah, penanaan hingga panen.
Bahkan pada wisata perkebunan, para wisatawan juga bisa melakukan pengolahan hasil perkebunan hingga siap saji.
"Untuk wisata pertanian wisatawan bisa mencoba menanam padi dan sayuran. Untuk wisata perkebunan, wisatawan bisa memanen dan mengolah kopi hingga siap diminum," ujarnya.
Menurut dia, paket wisata pertanian dan perkebunan itu dibuat untuk menarik wisatawan asing. Sebab sebagian besar turis asing berwisata ke Indonesia tak hanya sekedar menikmati destinasi wisata saja. Mereka juga ingin mengetahui budaya dan merasakan kehidupan masyarakat pedesaan.
"Kami mencoba memenuhi keinginan para turis asing. Dan yang kami sungguhkan ternyata mendapat respon positif dari turis asing yang datang ke sini," tandasnya.
Dia menuturkan, para wisatawan menilao panorama alam di Sepakung dan desa lainnya masih alami dan eksotis. Kondisi ini harus dijaga agar panorama alamnya tidak rusak dan tetap mimiliki daya tarik bagi wisatawan dari luar negeri.
Dia menambahkan, disamping destinasi wisata alam, ekowisata budaya Sekkaron juga menyuguhkan wisata pertanian dan perkebunan. Para wisatawan bisa mencoba pekerjaan petani mulai proses pengolahan tanah, penanaan hingga panen.
Bahkan pada wisata perkebunan, para wisatawan juga bisa melakukan pengolahan hasil perkebunan hingga siap saji.
"Untuk wisata pertanian wisatawan bisa mencoba menanam padi dan sayuran. Untuk wisata perkebunan, wisatawan bisa memanen dan mengolah kopi hingga siap diminum," ujarnya.
Menurut dia, paket wisata pertanian dan perkebunan itu dibuat untuk menarik wisatawan asing. Sebab sebagian besar turis asing berwisata ke Indonesia tak hanya sekedar menikmati destinasi wisata saja. Mereka juga ingin mengetahui budaya dan merasakan kehidupan masyarakat pedesaan.
"Kami mencoba memenuhi keinginan para turis asing. Dan yang kami sungguhkan ternyata mendapat respon positif dari turis asing yang datang ke sini," tandasnya.
Lihat Juga :