Pemimpin Ponpes Gontor Wafat, Calon Wali Kota Depok Berduka
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 08:37 WIB
Dikatakannya, almarhum merupakan sosok pekerja yang tanpa pamrih, meskipun ia seorang kiai dan tenaga pengajar di pondok pesantren saat itu. (Baca juga: Pesanan 20 Excavator Pindad Selesai, PUPR Segera Hibahkan ke Daerah)
“Almarhum sebagai sosok kiai enggak mendapat gaji dari pesantren. Almarhum memiliki usaha sendiri begitu juga dengan keluarganya. Jadi bukan dibiayai dari ‘keuntungan’ yang dilakukan pesantren. Pesantren ini kan diselenggarakan oleh para santri biasanya kelas V dan kelas VI, keuntungan-keuntungan itu memang untuk pesantren bukan untuk kiainya,” ungkapnya.
Kedepan, Idris berharap penerusnya dapat mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kemandirian seperti halnya yang dilakukan almarhum semasa hidupnya. (Baca juga: Gelar Simulasi di Depok, Ridwan Kamil Susun Skenario Vaksinasi COVID-19)
“Itu bukan sekedar selogan tapi merupakan praktik yang almarhum teladankan kepada para santri dan alumninya,” pungkasnya.
“Almarhum sebagai sosok kiai enggak mendapat gaji dari pesantren. Almarhum memiliki usaha sendiri begitu juga dengan keluarganya. Jadi bukan dibiayai dari ‘keuntungan’ yang dilakukan pesantren. Pesantren ini kan diselenggarakan oleh para santri biasanya kelas V dan kelas VI, keuntungan-keuntungan itu memang untuk pesantren bukan untuk kiainya,” ungkapnya.
Kedepan, Idris berharap penerusnya dapat mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kemandirian seperti halnya yang dilakukan almarhum semasa hidupnya. (Baca juga: Gelar Simulasi di Depok, Ridwan Kamil Susun Skenario Vaksinasi COVID-19)
“Itu bukan sekedar selogan tapi merupakan praktik yang almarhum teladankan kepada para santri dan alumninya,” pungkasnya.
(boy)
Lihat Juga :