Gelar Simulasi di Depok, Ridwan Kamil Susun Skenario Vaksinasi COVID-19

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 06:55 WIB
Menurutnya, vaksinasi COVID-19 diprioritaskan bagi orang berisiko tertular, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan COVID-19 , dan anggota TNI/Polri. Selain itu, vaksinasi diberikan kepada warga berusia 18-59 tahun.

"Untuk yang diluar umur itu (18-59 tahun) harus menggunakan rekomendasi dari dokter karena vaksin yang diteliti ini tidak ada relawan usia balita dan lanjut usia," katanya.

Kang Emil memastikan, vaksinasi COVID-19 akan menguras waktu dan tenaga yang banyak. Oleh karena itu, persiapan yang matang diperlukan. (Baca juga: Siang Jelang Sore Hujan Sedang-Malam Hujan Ringan Guyur Bandung Raya)

"Prosesnya rumit, tapi lebih baik jadi masyarakat yang siap daripada nanti jadi keteteran," ucapnya. (Baca juga: Pelaku Penipuan Proyek Perumahan Rp8 Miliar Dibekuk)

Lewat vaksinasi COVID-19 yang rencananya digelar pada November-Desember 2020, tambah Kang Emil, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak akan langsung hilang. Karenanya, dia mengimbau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan hingga kondisi benar-benar pulih.

"Seperti (wabah) cacar di dunia, setelah divaksin grafik turun. Begitu juga COVID-19, tidak akan hilang langsung 100 persen karena bertahap," tandasnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!