2021 Masih Pandemi, Ridwan Kamil Prediksi 2022 Corona Berakhir

Kamis, 22 Oktober 2020 - 01:01 WIB
Lebih lanjut dikatan Emil perihal vaksin bahwa pemberian vaksin diperlukan untuk mempercepat penanganan virus berbahaya tersebut. “Saya kira itu ya, jadi kalau ditanya itu efektif, ya efektif. Tapi, tidak ada jaminan 100 persen untuk semua urusan obat atau vaksin. Enggak ada di dunia ini yang dijamin 100 persen. Yang ada adalah mendekati persentase mayoritas. Tapi kalau disebut 100 persen, saya kira terlalu takabur lah,” katanya.

Emil menyontohkan pandemi saat ini dengan penanganan cacar. Dari hasil statistik, kata dia, sebelum ada vaksin maka cacar angkanya tinggi sekali. Namun setelah ada vaksin jumlahnya turun. “Bahkan sampai sudah tidak ada lagi sekian tahun,” jelasnya. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Memberi Penanda bahwa Zaman Tengah Bergerak )

Saat ini pemerintah pusat masih mengkaji vaksin itu bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perihal halal dan tidaknya pun masih diuji. “Apakah ini (vaksin) halal, ini yang sedang diuji oleh tim MUI bekerjsama dengan BPOM,” katanya.

Emil menyebut, Depok terpilih sebagai kota pertama pemberian vaksin karena tercatat sebagai salah satu daerah penyumbang kasus terbesar di Jawa Barat. “Di Bodebek sendiri memang karena setiap saat, per hari ini penyumbang mayoritas 70 persen ada di Bodebek, tentulah kita akan dahulukan,” pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!